Ramalan Nasib Lewat Tarot di TikTok, Benaran Relate atau Cuma 'Manifesting'?

Round Up

Ramalan Nasib Lewat Tarot di TikTok, Benaran Relate atau Cuma 'Manifesting'?

Averus Kautsar - detikHealth
Rabu, 21 Jan 2026 06:04 WIB
Ramalan Nasib Lewat Tarot di TikTok, Benaran Relate atau Cuma Manifesting?
Ilustrasi kartu tarot. (Foto: Avitia)
Jakarta -

Ramalan tarot kini semakin jadi sebuah fenomena populer bagi kalangan Gen Z. Berbagai ramalan seputar cinta, karir, hingga masa depan ditetapkan kartu tarot, hingga menjadi sebuah 'pedoman hidup' kalangan anak muda.

Nurul (22), seorang pekerja di Jakarta Selatan, mengaku percaya dengan ramalan tarot. Ia bercerita biasanya mendapatkan pembacaan ramalan tarot melalui TikTok.

Menurutnya, hasil pembacaan tarot yang ia dapatkan benar-benar terjadi di dunia nyata. Dalam beberapa kesempatan ketika ia merasa 'bad feeling', ia akan mencari ramalan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ngeliatnya dari TikTok, nggak pernah secara langsung, tapi relate banget, jadinya percaya," cerita Nurul ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (20/1/2025).

"Benar-benar, ada yang beberapa kejadian. Misalnya tahun depannya bakal gini, terus di otak selalu menanamkan, ada beberapa kejadian, jadinya kayak manifesting," sambung Nurul.

ADVERTISEMENT

Hera (28) memiliki pendapat yang sedikit berbeda. Meski pernah mencoba ramalan tarot, ia tidak sepenuhnya percaya. Ia mengatakan apa yang baik akan diambil dan apa yang buruk akan dibuang.

Ia mengaku mungkin suatu saat nanti akan mencoba tarot lagi meski hanya iseng-iseng.

"Kebetulan kita rame-rame coba tarot, tapi ganti-gantian ya, terus iseng aja kita bandingin jawaban tarot itu ke anak-anak lainnya. Dan bener kayaknya emang general aja deh yang dia bacain, karena mostly jawabannya sama juga ke anak-anak lainnya," cerita Hera, menambahkan ia sempat kepikiran dengan hasil pembacaannya tarotnya.

Sementara itu, Tita (28) sama sekali tidak mempercayainya. Ia juga tidak pernah mencoba tarot karena ini bertentangan dengan kepercayaannya.

Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan jika memang ada orang yang suka mencoba tarot. Tak sedikit orang menganggap tarot hanya sebagai bentuk hiburan.

"Aku nggak terlalu banyak mikir sih mengenai orang-orang yang percaya dengan tarot. Selama kegiatan mereka tidak berdampak besar dan mengganggu sekitar, ku rasa nggak papa, siapa tahu itu juga hiburan buat mereka," ungkapnya.

Tarot dalam Perspektif Kesehatan Mental

Dikutip dari Psychcentral, penggunaan tarot untuk kesehatan mental belum banyak diteliti. Namun, riset tahun 2021 menunjukkan sistem kepercayaan atau praktik populer, seperti astrologi, dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan, terutama saat seseorang merasa tidak pasti atau kehilangan kendali.

Sebagai contoh, orang yang menerima ramalan dari peramal atau cenayang sering kali benar-benar percaya mereka mendapatkan gambaran tentang masa depan. Keyakinan ini membuat mereka cenderung mengikuti saran dalam bacaan tarot dengan sungguh-sungguh.

Peneliti juga mencatat praktik pseudo-sains seperti ini biasanya menarik perhatian, mudah diingat, dan cepat menyebar dari satu orang ke orang lain. Jika informasi yang disampaikan dianggap masuk akal atau berasal dari sosok yang dipersepsikan sebagai otoritas, maka praktik tersebut bisa memiliki pengaruh budaya yang cukup kuat.

Ramalan Jadi Nyata?

Psikolog klinis UNAIR, Dian Kartika Amelia Arbi, MPsi berpendapat ramalan tarot tidak memiliki kemampuan memprediksi masa depan secara absolut. Ramalan tersebut menurutnya menjadi 'nyata' karena mekanisme pikiran manusia.

"Bukan ramalan atau prediksi itu yang memang nyata terjadi. Tapi memang karena kita sudah meyakini hal itu sebelumnya akan terjadi, sehingga energi kita mengarahkan pada perilaku yang kita prediksi sebelumnya," ungkap Dian dikutip dari laman UNAIR.

Ketika mendapat ramalan, otak cenderung melakukan penyaringan informasi selektif yang mendukung ramalan tersebut. Misalnya, tarot menyebut akan bertemu dengan orang baru yang penting, ia mungkin akan berperilaku menjadi lebih ramah dan terbuka, sehingga ramalan itu akhirnya menjadi nyata.

Fenomena tarot juga sering bersinggungan dengan Barnum Effect. Ini merupakan kecenderungan seseorang menerima deskripsi kepribadian yang samar atau umum seolah-olah itu sangat menggambarkan dirinya.

Pembaca tarot akan menyampaikan ramalan yang umum dan luas dan jika berhasil, klien akan mengaitkan pernyataan tersebut dengan kondisi pribadinya.

"Secara umum, sebagai manusia, kita ingin memvalidasi perspektif dan pendapat kita sendiri, jadi kita lebih cenderung mendengarkan dan menyerap pernyataan positif tentang diri kita sendiri daripada pernyataan negatif. Itulah cara kerja efek Barnum. Biasanya pernyataan netral atau positif yang kita terima dan kita lebih cenderung mempercayainya," kata psikoterapis Natacha Duke, dikutip dari Cleveland Clinic.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: HP Jadul Naik Daun di Kalangan Gen Z, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads