Banyak masyarakat yang mempertanyakan apa itu 'susu rekombinasi' di balik viralnya 'susu UHT khusus MBG' bermerek Susu Sekolah.
Banyak yang menilai ini sebagai susu 'oplosan' karena hanya mengandung 50 persen susu segar, dan 49 persen susu rekombinasi. Ini juga membuat masyarakat mempertanyakan kualitasnya.
"Kasian banget maksa in biar masuk budget tapi gizi berkurang," tulis salah satu akun di Threads, dikutip Rabu (21/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah bensin oplosan susu juga oplosan," tulis akun lain.
Apa sih sebenarnya arti komposisi dari susu rekombinasi?
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengatakan susu rekombinasi terbuat dari pecahan susu atau susu yang ditambah lemak susu dan ditambah padatan susu bukan lemak untuk menghasilkan zat gizi yang sesuai dengan karakteristik susu.
"Biasanya ini dilakukan untuk pemenuhan gizi dari produk susu yang mungkin masih kurang kadar lemak susu/protein susunya," kata Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (21/1/2026).
"Kandungan gizi produk susu dapat dipengaruhi oleh pakan sapi. Ketika pakan sapinya kurang baik kuantitas maupun kualitasnya, susu yang dihasilkan dapat memiliki kandungan lemak atau protein yang rendah," sambungnya.
Total Padatan Susu Bukan Lemak atau Milk Solids Not Fat (MSNF) adalah semua komponen padat dalam susu selain lemak, meliputi protein (kasein, whey), laktosa (gula susu), dan mineral (abu), yang penting untuk tekstur, nutrisi, dan stabilitas produk susu.
"Dari segi kualitas gizi, susu rekombinan maupun susu memiliki kualitas yang sama karena rekombinan susu merupakan kombinasi dari berbagai bagian/part dari susu," kata Ikrar.
"Jadi tujuan penggunaan susu dan susu rekombinasi adalah untuk pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak," tutupnya.
Simak Video "BPOM Memastikan Kebenaran Keterangan Air Pegunungan pada Produk AMDK"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/naf)











































