Cara SD di Jaktim Jalani MBG selama Setahun dengan Nihil Kasus Keracunan

Cara SD di Jaktim Jalani MBG selama Setahun dengan Nihil Kasus Keracunan

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 21 Jan 2026 18:00 WIB
Cara SD di Jaktim Jalani MBG selama Setahun dengan Nihil Kasus Keracunan
Serunya anak-anak di SDN Jati 05 Pagi menikmati menu MBG (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)
Jakarta -

Program makan bergizi gratis (MBG) kerapkali menjadi sorotan jika muncul kasus keracunan makanan. Namun, hal ini tidak pernah terjadi di SDN Jati 05 Pagi, Jakarta Timur.

Kepala Sekolah SDN Jati 05 Pagi Tetty Ruswianty mengatakan selama satu tahun menjalankan MBG, sekolah ini berhasil mencatat nol kasus keracunan.

"Sebelum distribusi kami cek. Ada satu sampel, pasti ada yang nyicip, bukan cuman satu orang. Jadi beberapa orang nyicip," kata Tetty kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Timur, Rabu (21/1/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada aroma bau atau apa, ya udah baru kami distribusikan. Alhamdulillah, satu tahun bersih deh," sambungnya.

Tetty juga bekerja sama dengan para wali kelas dan wali murid untuk mendata pantangan makanan dari siswa-siswi mereka. Terkait apa yang bisa mereka makan, apa yang menjadi alergi, dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

"Semua itu data awal adalah persetujuan orang tua. Tapi kita komunikasikan, misal yang fobia nasi itu ada 11 anak, itu kami bicara ke orang tua dilatih sedikit demi sedikit," katanya.

Tetty juga aktif berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga kualitas tetap terjaga dan anak-anak lahap dalam menyantap makanan.

"Saya selalu komunikasi, misalnya 'mas ganti dong jangan telur', misalnya nasinya keras sedikit, itu ada dan selalu tanggap," katanya.

Saat ditanya apakah ada perubahan yang terjadi pada anak selama satu tahun belakang menyantap menu MBG, Tetty mengatakan anak-anak sekarang menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

"Lalu kesukaan sayur bertambah, karena kan kesulitan (makan) sayur. Lebih aktif sih (dalam KBM)," tutupnya.




(dpy/naf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads