Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak Isi Buah Kecapi-Tomat Busuk, BGN Buka Suara

Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak Isi Buah Kecapi-Tomat Busuk, BGN Buka Suara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 22 Jan 2026 07:01 WIB
Viral Menu MBG Dinilai Tak Layak Isi Buah Kecapi-Tomat Busuk, BGN Buka Suara
Viral postingan menu MBG dianggap tak layak. (Foto: Diolah Badan Gizi Nasional [BGN])
Jakarta -

Sebuah video yang menampilkan menu makan bergizi gratis (MBG) dengan kondisi dinilai tidak layak konsumsi viral di media sosial dan memicu kekhawatiran orang tua siswa. Dalam video tersebut, seorang warganet menyampaikan kekecewaannya terhadap menu yang diterima anaknya.

"Ya Allah gue kirain hoax itu, buah kecapi buat MBG, eh ternyata anak gue baru pulang sama bener menunya, buahnya kecapi, lalapannya sudah busuk, tomatnya udah busuk, cuma dikasih gorengan tahu doang sama nasi, mbg kah ini?" demikian narasi dalam video viral tersebut.

Unggahan itu menyebutkan menu MBG berasal dari SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan informasi tersebut tidak sesuai fakta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BGN Sebut Lokasi dalam Video Keliru

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil klarifikasi dan investigasi, BGN menegaskan video tersebut bukan berasal dari SD Neglasari, melainkan dari SDN Pengasinan 2, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, mengatakan kesalahan penyebutan lokasi dalam video berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari," beber Karimah di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

BGN juga menegaskan tampilan menu dalam video tidak merepresentasikan kondisi makanan saat dibagikan kepada siswa. Makanan tersebut diketahui sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat sebelum direkam.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Rama Ramadhan, menjelaskan bahwa menu MBG pada saat pembagian telah disajikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.

"Menu MBG disajikan menggunakan food tray resmi sesuai SOP BGN, dengan komposisi dan porsi yang layak. Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya," kata Rama.

Ia menambahkan, kondisi lalapan dalam video yang terlihat tidak layak terjadi karena makanan tersebut sudah melewati batas waktu konsumsi yang direkomendasikan.

"Menu tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga wadahnya bukan lagi ompreng MBG. Lalapan terlihat rusak karena sudah melewati batas best before," jelasnya.

Menanggapi narasi yang menyebutkan menu MBG hanya berisi nasi, gorengan tahu, buah, dan lalapan, BGN memastikan bahwa lauk utama berupa ayam sebenarnya sudah dikonsumsi terlebih dahulu oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam.

"Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini bahkan terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh," ujar Karimah.

Halaman 2 dari 2
(naf/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads