Ngeri! Wabah Penyakit Jamur Merebak di AS, Lebih dari 35 Orang Terinfeksi

Ngeri! Wabah Penyakit Jamur Merebak di AS, Lebih dari 35 Orang Terinfeksi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 23 Jan 2026 07:02 WIB
Ngeri! Wabah Penyakit Jamur Merebak di AS, Lebih dari 35 Orang Terinfeksi
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/sutichak)
Jakarta -

Otoritas kesehatan Tennessee, AS, memperingatkan penyebaran jamur yang berpotensi mematikan di wilayah tersebut. Lebih dari 35 kasus histoplasmosis, infeksi paru yang disebabkan paparan jamur Histoplasma capsulatum, telah dikonfirmasi dalam kurun tiga bulan di wilayah Maury dan Williamson County, berdasarkan data Departemen Kesehatan Tennessee yang dipaparkan pada 12 Januari.

Dikutip dari Fox News, sebuah keluarga juga angkat bicara dan mengklaim seorang perempuan meninggal dunia setelah tertular histoplasmosis. Hasil tes positif baru keluar dua hari setelah korban meninggal, menurut laporan media lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, dalam pengarahan kepada Dewan Komisaris Williamson County, para epidemiolog negara bagian menyebut penyelidikan masih berlangsung dan infeksi tersebut belum dipastikan menjadi penyebab langsung kematian.

Mereka juga mencatat, rata-rata usia pasien yang terinfeksi berada di sekitar 50 tahun. Jamur ini berasal dari tanah yang terkontaminasi kotoran burung atau kelelawar. Paparan terjadi saat seseorang menghirup spora jamur yang beterbangan di udara. Hingga kini, belum ditemukan satu sumber penularan yang sama dalam wabah di Tennessee tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam banyak kasus, orang yang terpapar tidak mengalami sakit. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC), histoplasmosis berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga mengancam jiwa.

Gejala histoplasmosis dapat meliputi demam, batuk, kelelahan ekstrem, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, hingga nyeri dada. Keluhan biasanya muncul dalam tiga hingga 17 hari setelah terpapar jamur.

Karena gejalanya mirip dengan flu atau pilek, kondisi ini sering kali tidak terdeteksi atau salah diagnosis.




(suc/suc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads