Fakta-fakta Temuan Logam Berat Timbal di 1 dari 7 Anak RI, Ortu Perlu Waspada!

Fakta-fakta Temuan Logam Berat Timbal di 1 dari 7 Anak RI, Ortu Perlu Waspada!

Averus Kautsar - detikHealth
Jumat, 23 Jan 2026 09:04 WIB
Fakta-fakta Temuan Logam Berat Timbal di 1 dari 7 Anak RI, Ortu Perlu Waspada!
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/fotostorm)
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti masih kurangnya edukasi paparan logam berat timbal pada anak. Dalam penelitian survei yang dilakukan belum lama ini, BRIN menemukan 1 dari 7 anak di Indonesia terpapar timbal melebihi ambang batas yang ditentukan.

Mereka memiliki kadar timbal darah di atas 5 mikrogram/desiliter, yang menjadi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebanyak 1.617 anak dari 12 lokasi surveilans terlibat dalam penelitian ini.

Wilayah dengan temuan terbanyak meliputi Kabupaten Bima dengan 33 persen, Kabupaten Lamongan 28 persen, dan Kota Surabaya sebanyak 22 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bikin IQ Anak Nge-drop hingga Stunting

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr dr Then Suyanti, MM menjelaskan efek kesehatan paparan timbal pada anak tidak muncul secara langsung. Efeknya biasanya baru terlihat setelah paparan berulang dan lama, sehingga sudah memicu masalah kesehatan.

ADVERTISEMENT

Dalam jangka panjang, efek timbal dapat memicu gangguan otak dan saraf, menurunkan IQ atau kecerdasan, hingga mengakibatkan keterlambatan tumbuh kembang.

"Kasihan anak-anak kita, IQ-nya jadi tidak bagus," ujar dr Then.

Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes menambahkan efek paparan timbal tidak hanya berdampak pada kecerdasan, tapi juga stunting.

"Jadi sebenarnya untuk dampak kesehatan dari kadar timbal ini tidak hanya kecerdasan, tetapi juga anemia dan stunting," ungkap Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes dalam kesempatan yang sama.

"Beberapa referensi yang saya temukan memang signifikan ya, ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dengan kejadian stunting dan juga anemia," tambahnya.

Sumber paparan timbal bisa berasal dari tanah, tempat daur ulang aki, hingga lapisan cat tembok yang terkelupas. Dalam penelitian, pihak BRIN juga menemukan mainan yang terkontaminasi timbal, akibat cat yang digunakan. Beberapa barang lain yang dapat menjadi sumber paparan timbal seperti alat masak hingga produk kosmetik.

Pencegahan Paparan Timbal

Menurut Wahyu, penerapan gaya hidup bersih dan sehat (PHBS) masih menjadi kunci utama pencegahan paparan timbal pada anak. Apabila orang tua bekerja di tempat yang kontak langsung dengan timbal, sangat disarankan untuk mandi dan mengganti baju sebelum bermain dengan anak.

Wahyu juga menyarankan penggunaan alat masak berbahan stainless steel yang relatif lebih aman dari timbal. Selain itu, jangan lupa juga bersihkan mainan dan bermain anak secara rutin, karena anak umumnya memiliki kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut.

"Misalnya orang tua yang ayahnya bekerja di pabrik cat. Dia pulang, pulang ke rumah masih memakai baju bekas dia bekerja di pabrik cat. Itu sebenarnya memberikan paparan kepada istri, anak. Nah, itu mestinya harus bersih dulu, baru pegang anak," kata Wahyu.

Jangan sampai anak terpapar timbal dalam jumlah melebihi ambang batas. Berikut ini sederet langkah pencegahannya:

  • Bersihkan rumah dengan kain basah secara rutin.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Ganti pakaian setelah bekerja.
  • Buka alas kaki sebelum masuk ke rumah.
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, zat besi, dan vitamin C.
  • Gunakan produk dengan standar BPOM RI atau SNI.
  • Periksakan anak secara rutin ke posyandu.

Halaman 2 dari 2
(avk/naf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads