Please! Stop Sebar Foto Orang Meninggal, Seserius Ini Dampak yang Bisa Terjadi

Please! Stop Sebar Foto Orang Meninggal, Seserius Ini Dampak yang Bisa Terjadi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 24 Jan 2026 12:20 WIB
Please! Stop Sebar Foto Orang Meninggal, Seserius Ini Dampak yang Bisa Terjadi
Lula Lahfah meninggal dunia. (Foto: Instagram/lulalahfah)
Jakarta -

Berseliweran foto selebgram Lula Lahfah tengah terbaring di apartemennya, dengan narasi kondisi saat ditemukan tak bernyawa, Jumat (23/1/2026). Terlepas dari kebenaran foto tersebut, penyebaran konten semacam itu jelas tak etis dan bisa memicu dampak psikologis yang nyata serta serius.

Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengingatkan tindakan tersebut bisa memicu trauma sekunder. Trauma sekunder yang berdampak pada keluhan fisik.

"Melihat gambar jenazah, terutama yang meninggal secara mendadak atau tragis, dapat memicu kaget berlebihan, mual, pusing, sulit tidur, bayangan berulang," sebut dr Lahargo, saat dihubungi detikcom Sabtu (24/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disebutnya bahkan bisa terjadi pada orang yang secara pribadi tidak begitu dekat dengan yang bersangkutan.

"Otak kita tidak bisa membedakan trauma yang dialami langsung atau dilihat berulang lewat layar," kata dr Lahargo.

ADVERTISEMENT

Bagi mereka dengan riwayat depresi, trauma, hingga pernah memiliki keinginan bunuh diri, risikonya lebih besar. Kondisi tersebut bisa kembali 'kambuh' saat ikut melihat foto korban yang tersebar luas di media sosial.


'Efek Copycat'

Tidak heran, paparan berulang terhadap kematian yang divisualisasikan secara detail di media sosial kemudian terus terjadi. Hal ini dikarenakan seseorang bisa menjadi pelaku 'copycat', yang otomatis meniru untuk ikut menyebarkan foto yang bersangkutan.

"Sehingga berisiko menganggap menormalkan kematian tragis, dan pada kelompok rentan dapat meningkatkan perilaku meniru. Ini sudah lama dikenal dalam dunia psikiatri dan komunikasi kesehatan," jelasnya.

Terpenting, luka yang paling berat bisa dialami keluarga korban. dr Lahargo mengingatkan, keluarga yang ditinggalkan dalam kondisi belum pulih dan harus terus melihat foto atau momen almarhumah meninggal dunia. Mereka kemungkinan mau tidak mau memantau komentar dan spekulasi di balik kematian yang terjadi di ruang publik.

"Ini bisa memperpanjang proses berduka dan memicu complicated grief. Tidak semua yang bisa dibagikan itu pantas dibagikan. Empati lebih penting daripada rasa ingin tahu," sentil dr Lahargo.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ayahanda Ungkap Lula Lahfah Tak Pernah Keluhkan Penyakit ke Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads