Menkes Wanti-wanti Jenis Minuman yang Picu Kerusakan Ginjal

Menkes Wanti-wanti Jenis Minuman yang Picu Kerusakan Ginjal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 24 Jan 2026 19:31 WIB
Menkes Wanti-wanti Jenis Minuman yang Picu Kerusakan Ginjal
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Nansan Houn)
Jakarta -

Survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sebanyak 47,5 persen penduduk berusia 3 tahun ke atas terbiasa mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari.

Sementara dalam sepekan, ada 43,3 persen warga Indonesia yang mengonsumsi minuman manis satu hingga enam kali per minggu.

Adapun 9,2 persen masyarakat lain mengonsumsinya dengan frekuensi lebih sedikit yakni kurang dari 3 kali dalam satu bulan. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti kebiasaan ini tidak disadari kerap menjadi pemicu masalah ginjal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minuman kemasan manis mana nih yang kamu paling sering minum? Hati-hati ya bisa kena gagal ginjal, waktu rapat saya sering temui minuman kemasan manis seperti ini yang rata-rata mengandung 20-35 gram gula," beber Menkes dalam akun Instagramnya, dikutip Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan batasan konsumsi gula harian orang dewasa adalah 50 gram per hari. Artinya, bila yang bersangkutan sudah mengonsumsi satu minuman kemasan saja, sudah memenuhi setengah dari batasan gula per hari.

"Belum termasuk minuman dan makanan lain yang dikonsumsi yang ada gulanya juga," sorotnya.

Bahkan, Menkes menyoroti beberapa minuman kemasan dengan klaim jus buah yang ternyata kandungannya lebih tinggi gula ketimbang persentase kandungan buah.

"Akibatnya terlalu banyak gula di tubuh dan bisa memicu diabetes," wanti-wanti dia.

"Diabetes sering jadi awal masalah ginjal yang berujung pada cuci darah dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, manfaatkan cek kesehatan gratis di puskesmas untuk tahu kondisi gula darahmu, kalau kamu sudah berusia 40 tahun ke atas dan hasil cek gula darah nunjukkin risiko tinggi kamu bisa langsung cek kesehatan kedua untuk tahu kondisi ginjal kamu lebih lanjut lagi," pungkas Menkes.




(naf/naf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads