Kasus Tragis Pria Meninggal Overwork, Sefatal Ini Risiko Kebanyakan Kerja pada Tubuh

Kasus Tragis Pria Meninggal Overwork, Sefatal Ini Risiko Kebanyakan Kerja pada Tubuh

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 27 Jan 2026 18:05 WIB
Kasus Tragis Pria Meninggal Overwork, Sefatal Ini Risiko Kebanyakan Kerja pada Tubuh
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Natee Meepian
Jakarta -

Sebuah kasus mengenaskan menimpa seorang pria di Guangdong, China, bernama Gao Guanghui. Ia diduga meninggal dunia akibat serangan jantung yang dipicu kebiasaan bekerja berlebihan.

Pada 29 November 2025, Gao sempat mengeluhkan tidak enak badan dan sulit berdiri. Sampai tiba-tiba ia kejang dan pingsan saat menuju ke rumah sakit.

Bahkan, sebelum meninggal Gao sempat meminta istrinya untuk membawakan laptop ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari catatan medis, Gao meninggal karena henti napas dan jantung mendadak, dengan sindrom Stokes-Adams. Itu kondisi yang menyebabkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba, yang disebabkan irama jantung tidak normal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengungkap data mengerikan terkait jam kerja yang berlebihan atau overwork. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan kematian akibat stroke dan penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

Normalnya, jam kerja dalam seminggu adalah sekitar 35-40 jam. Jika bekerja lebih dari itu, mungkin hingga 55 jam per minggu, dapat meningkatkan risiko stroke hingga 35 persen dan jantung iskemik 17 persen.

"Tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan risiko stroke atau penyakit jantung," tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari laman resmi WHO.

Ciri-ciri Orang Overwork

Terlalu banyak bekerja dapat mengalami kerusakan fisik dan mental, yang dapat menyebabkan kelelahan serta kepenatan. Psikolog Adam Borland, PsyD, menjabarkan tanda-tanda terlalu banyak bekerja.

Keseimbangan kerja dan hidup yang tidak sehat mempengaruhi orang dalam berbagai cara. Jika mengorbankan waktu istirahat, mungkin akan menunjukkan tanda-tanda seperti:

  • Peningkatan stres dan kecemasan.
  • Kurangnya motivasi atau minat pada aktivitas di rumah maupun tempat kerja.
  • Burnout.
  • Produktivitas rendah.
  • Hubungan yang tegang, baik pribadi maupun profesional.
  • Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.
  • Kesulitan meninggalkan pekerjaan dan stres terkait pekerjaan.
  • Kesulitan tidur.
  • Kelelahan terus-menerus.

"Mungkin ada ekspektasi untuk melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, yang dapat mengakibatkan karyawan mengalami peningkatan stres, kecemasan, tekanan, dan potensi burnout," kata Dr Borland, dikutip dari Cleveland Clinic.

Dampak Kesehatan Akibat Overwork

Saat bekerja terlalu keras, tanpa disadari mendorong pikiran dan tubuh melewati batasnya. Bekerja terlalu lama dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Akibatnya, mungkin mengalami peningkatan risiko:

  • Infeksi dan penyakit yang sering terjadi.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah.
  • Masalah kesehatan mental, seperti depresi.
  • Gangguan kognitif, seperti kabut otak (brain fog).
  • Masalah kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi atau jantung berdebar.
  • Gangguan tidur.
  • Perubahan berat badan, nafsu makan, dan kebiasaan makan.
  • Cedera dan kecelakaan.
  • Penyalahgunaan alkohol dan zat adiktif.

"Sebuah mobil tidak akan berfungsi optimal ketika tangki bensinnya kosong. Dengan cara yang sama, kesehatan kita akan terganggu ketika cadangan fisik dan emosional kita habis," pungkas Dr Borland.

Halaman 2 dari 3
(sao/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads