Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menargetkan seluruh masyarakat Indonesia akan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2030. Hingga saat ini, cakupan keanggotaan JKN sudah mencapai 282,7 juta orang.
"Program Jaminan Kesehatan Nasional menjadi salah satu indikator utama pencapaian SDGs 3.8 atau 3.8.1 dengan target cakupan mencapai 98 persen pada tahun 2024 dan mencakup seluruh penduduk Indonesia tahun 2030," ujar Ghufron dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
"Jumlah peserta JKN sampai Desember 2025, sudah mencapai 282,7 juta jiwa atau setara dengan 98,62 persen dari total penduduk Indonesia, dengan total kepesertaan aktif 81,45 persen," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai tersebut, Ghufron mengaku tengah melakukan berbagai hal. Salah satunya bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk langsung turun ke lapangan.
Kemudian, dilakukan juga penghapusan iuran bagi warga kurang mampu dan memiliki tunggakan berat.
"Kita itu ada namanya istilahnya itu pergi dari rumah ke rumah kerjasama dengan Kementerian Desa, ditanya sudah punya BPJS Kesehatan belum? Kalau belum itu ditanya kenapa, lalu kita bantu," sambungnya.
Ia menyebut pelaksanaan JKN di Indonesia menjadi salah satu percontohan di dunia. Ghufron mengklaim banyak negara yang penasaran dengan program JKN bisa memiliki cakupan keanggotaan yang sangat tinggi.
"Kita juga dengan kader JKN dan banyak hal itu bagaimana orang memiliki jaminan kesehatan dan banyak negara datang tadi, kita punya program Pesiar, petakan sisir advokasi dan registrasi, itu nggak banyak negara seperti itu, makanya banyak negara pada datang, lihat ingin tahu. Nanti minggu kedua akan datang lagi India," tandasnya.











































