Jutaan Pekerja di Indonesia Kerja Berlebihan, Menkes Ingatkan Hal Ini

Jutaan Pekerja di Indonesia Kerja Berlebihan, Menkes Ingatkan Hal Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 28 Jan 2026 11:15 WIB
Jutaan Pekerja di Indonesia Kerja Berlebihan, Menkes Ingatkan Hal Ini
Ilustasi pekerja di Jakarta. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ikut menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan 40,43 persen pekerja di Indonesia menghadapi overtime atau waktu bekerja berlebihan.

Rata-rata dalam sehari hampir mencapai 10 jam. Menurut Menkes, overtime relatif tidak bermasalah selama yang bersangkutan tetap memastikan waktu tidur ideal yakni tujuh hingga delapan jam.

"Harus tidur cukup, overtime nggak apa-apa, yang penting tidurnya 7-8 jam sehari dan jangan stres," sorot Budi saat ditemui di Gedung BPOM RI, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, mereka yang kemudian menghadapi beban mental akibat overtime, bisa melakukan skrining dan pemeriksaan lebih lanjut di cek kesehatan gratis. Pemberian konseling maupun obat-obatan berdasarkan hasil diagnosis, bisa diberikan maksimal 15 hari setelah pemeriksaan..

"Kalau kesehatan mental itu mesti cek kesehatan gratis," imbaunya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) juga sebanyak 25,47 persen penduduk bisa bekerja lebih dari 49 jam per minggu atau satu dari empat pekerja di Indonesia bekerja secara berlebihan atau overwork.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi juga mewanti-wanti overtime yang tidak disertai pola makan sehat dan aktivitas olahraga.

Pasalnya, tubuh yang lelah butuh waktu untuk menyesuaikan sistem metabolisme mereka. Dalam beberapa kasus, kurangnya istirahat jelas berdampak pada risiko peningkatan tekanan darah tinggi.

Bila tidak kunjung tertangani, tentu potensi penyakit tidak menular relatif semakin sulit dihindari.

"Yang pasti kan tubuh kita butuh mekanisme untuk menjaga metabolisme, jadi kalau misalnya asupan gizi kita baik, sebenarnya work life balance, olahraganya tetap ada, itu aman," sorotnya, saat ditemui detikcom di Kemenkes RI, Selasa (27/1/2026).




(naf/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads