Curhat Pekerja di Jakarta 'Overwork', Kena Mental-Tak Haid 6 Bulan gegara Kena PCOS

Curhat Pekerja di Jakarta 'Overwork', Kena Mental-Tak Haid 6 Bulan gegara Kena PCOS

Averus Kautsar - detikHealth
Rabu, 28 Jan 2026 13:00 WIB
Curhat Pekerja di Jakarta Overwork, Kena Mental-Tak Haid 6 Bulan gegara Kena PCOS
Ilustrasi. (Foto: Selfie Miftahul Jannah)
Jakarta -

Fenomena overwork atau jam kerja berlebih masih sering terjadi di Indonesia. Akibat tuntutan pekerjaan, pekerja akhirnya bekerja melebihi jam kerja normal delapan jam per hari yang umum menjadi standar durasi bekerja.

Kondisi ini rupanya memberikan dampak yang besar bagi kesehatan fisik dan mental pekerja. Salah satunya, Kristin (28) pekerja swasta yang juga aktif dalam kegiatan event menceritakan pernah didiagnosis Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) akibat beban kerja yang sangat berat.

"Pernah overwork, sampai asam lambung. Bahkan sampai stresnya sampai kena PCOS, aku nggak mens 6 bulanan. Itu tahun 2024, aku nggak mens dari bulan Juni-Desember," cerita Kristin pada detikcom, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Projectnya gede-gede, orangnya sedikit, ekspektasi gede," sambungnya.

Kirana (bukan nama asli), pegawai swasta berusia 28 tahun di Jakarta Selatan juga merasakan beban mental dan fisik yang berat. Hingga saat ini, dirinya bahkan masih sering 'absen' ke rumah sakit karena tubuhnya sering ngedrop.

ADVERTISEMENT

Secara mental, dirinya mengaku cukup terganggu. Ia menyebut kondisi ini berkaitan erat dengan atasannya yang menurutnya kurang kompeten dalam mendelegasikan tugas pada staff. Sehingga ia dan karyawan lain di tempat kerjanya harus overwork.

"Mental tuh nanonano karena tiap bangun pagi yg ada dipikiran, 'Duh gue bakal diapain lagi hari ini ya'. Ini sih overwork karena leader kurang capable manage kerjaan, jadi staff yang kena imbasnya," kata Kirana.

"Ditelan aja, membiasakan diri tapi tidak membenarkan yang terjadi karena aku nggak bisa ubah sifat orang yang bikin overwork dan stress. Sampai akhirnya terbiasa dan malah jadi pembelajaran aja buat ke depannya," sambungnya.

Liga (27) juga memiliki pengalaman yang kurang mengenakkan. Ia pernah jatuh sakit, karena sering mengejar deadline pekerjaan hingga subuh. Dengan berbagai pertimbangan lain, ia akhirnya memilih keluar dan pindah ke tempat kerja lain.

Untuk mengatasi stres akibat overwork, menurutnya 'me time' untuk beristirahat atau mencari hiburan adalah hal yang penting.

"Biasanya kalo udah lagi overwork ya cari hiburan sesaat kaya dengerin lagu sebentar sambil rebahan, terus kalo ada free time abis itu, langsung refreshing sekedar ngobrol sama temen, atau main game, atau jalan-jalan," tandas Liga.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2025, ada sebanyak 40,43 persen pekerja di Indonesia yang bekerja di rentang durasi 35-48 jam per minggu. Kemudian sebanyak 25,47 persen orang bekerja lebih dari 49 jam seminggu.

Berdasarkan usia, penduduk usia produktif menjadi penyumbang terbesar persentase pekerja overwork. Kelompok usia 35-44 tahun tercatat paling dominan dengan 9,5 juta orang dengan durasi kerja 49 jam per minggu.

Posisi selanjutnya kelompok usia 25-34 tahun sebanyak 8,71 juta orang, kemudian kelompok usia 45-54 tahun sekitar 8,38 juta pekerja yang menjalani jam kerja sangat panjang.

Halaman 2 dari 3
(avk/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads