Kabar duka datang dari Marcel Radhival yang akrab disapa 'Pesulap Merah'. Istrinya, Tika Mega Lestari, meninggal setelah mengalami anemia aplastik dan kanker mulut.
Tika divonis mengidap anemia aplastik pada 2022. Namun, belakangan ia juga mengidap kanker mulut, yang ditandai dengan munculnya sariawan.
"Tiba-tiba muncul sariawan. Kita pikir tuh sariawan biasa. Akhirnya cobalah cek ke dokter, aku anterin ke bedah mulut," tutur Marcel saat ditemui di Studio Rumpi: No Secret Trans TV, di Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata sariawan yang dialami Tika bukan sariawan biasa. Itu merupakan kanker mulut yang membutuhkan penanganan segera.
Sariawan memang kerap dianggap sepele dan bisa sembuh sendiri. Padahal, sariawan yang tidak kunjung membaik bisa menjadi tanda awal dari kanker mulut.
Dalam tinjauan literatur terbaru, para peneliti menjelaskan bahwa kanker mulut kerap muncul dengan gejala yang samar dan mudah disalahartikan sebagai masalah ringan. Salah satunya sariawan atau luka di mulut yang tidak sembuh-sembuh.
"Sariawan normal umumnya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Jika luka di mulut menetap lebih dari 2-3 minggu, apalagi tanpa nyeri, kondisi ini perlu dicurigai," tulis peneliti, dikutip dari Science Direct.
Berbeda dengan sariawan biasa, ulkus mulut atau sariawan akibat kanker mulut cenderung tidak kunjung sembuh. Lukanya terasa keras saat diraba, memiliki tepian yang meninggi, dan bisa tampak seperti cekungan.
Pada tahap awal, luka ini sering kali tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga membuat orang yang mengalaminya menunda pemeriksaan ke dokter.
Selain sariawan yang menetap, ada sejumlah tanda bahaya lain yang perlu diwaspadai, seperti:
- Benjolan keras di mulut atau leher.
- Muncul bercak putih, merah, atau kombinasi keduanya di rongga mulut.
- Sensasi terbakar di lidah atau mulut tanpa sebab yang jelas.
- Nyeri wajah atau telinga yang menetap.
- Gangguan pengecapan.
- Kesulitan untuk membuka mulut atau trismus.
- Mati rasa atau kelemahan pada wajah dan lidah.
Para ahli menekankan deteksi dini kanker mulut sangat bergantung pada kewaspadaan pasien dan tenaga kesehatan. Sayangnya, banyak kasus yang baru terdiagnosis saat sudah memasuki stadium lanjut karena gejalanya tidak menonjol di awal.
"Lesi di mulut yang tampak ringan, tidak nyeri, dan tidak mengganggu aktivitas justru sering menjadi jebakan. Padahal, itu bisa merupakan tanda awal keganasan," sambung mereka.
Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk memeriksakan diri ke dokter atau dokter gigi bila mengalami sariawan atau luka di mulut yang tidak sembuh lebih dari dua minggu. Terlebih disertai benjolan, perubahan warna jaringan mulut, atau gangguan sensasi.
Pemeriksaan dini dan biopsi dapat membantu memastikan diagnosis lebih cepat dan meningkatkan peluang kesembuhan.











































