Incar Jalur Disabilitas Sekolah Kedokteran, Pria Ini Diduga Nekat Amputasi Kakinya

Incar Jalur Disabilitas Sekolah Kedokteran, Pria Ini Diduga Nekat Amputasi Kakinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 01 Feb 2026 14:07 WIB
Incar Jalur Disabilitas Sekolah Kedokteran, Pria Ini Diduga Nekat Amputasi Kakinya
Ilustrasi (Foto: Getty Images/gorodenkoff)
Jakarta -

Seperti ratusan ribu anak muda di India, Suraj Bhaskar (20), pemuda asal Uttar Pradesh, memiliki mimpi besar menjadi dokter dan membanggakan keluarganya. Namun, ketatnya persaingan membuat impian itu sulit tercapai setelah ia dua kali gagal dalam ujian masuk sekolah kedokteran, National Eligibility cum Entrance Test (NEET).

Meski gagal, Suraj diduga tidak menyerah begitu saja. Polisi mencurigai ia melakukan tindakan ekstrem dengan mengamputasi kakinya sendiri dan merekayasa kejadian tersebut seolah-olah ia menjadi korban kekerasan. Tujuannya diduga agar bisa masuk sekolah kedokteran melalui jalur kuota penyandang disabilitas.

Di India, hukum mewajibkan kuota sebesar 5 persen bagi penyandang disabilitas atau persons with disabilities (PwD) di institusi pendidikan tinggi negeri dan yang mendapat bantuan pemerintah, termasuk fakultas kedokteran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini terungkap setelah kakak Suraj, Akash Bhaskar, melaporkan kepada polisi bahwa adiknya diserang oleh orang tak dikenal di Desa Khalilpur. Dalam laporan tersebut, Suraj ditemukan dalam kondisi tidak sadar dengan kaki terputus. Polisi kemudian membuka penyelidikan, namun menemukan banyak kejanggalan dalam keterangan yang disampaikan.

ADVERTISEMENT

"Terduga pelaku berupaya menyesatkan penyelidikan dengan cerita yang direkayasa, namun pernyataannya tidak konsisten setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan pengumpulan bukti," ujar seorang juru bicara kepolisian kepada wartawan. Polisi pun menduga kuat bahwa Suraj memotong kakinya sendiri.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan buku harian milik Suraj yang berisi tulisan, "Saya akan menjadi dokter MBBS pada 2026." Polisi juga memperoleh keterangan dari pacarnya yang menyebut Suraj sangat terobsesi untuk masuk sekolah kedokteran. Selain itu, terungkap Suraj sempat mencoba mengurus dokumen disabilitas beberapa bulan sebelumnya, namun tidak berhasil.

Laporan medis menunjukkan kaki Suraj terpotong dengan sangat rapi, diduga menggunakan mesin. Luka tersebut dinilai terlalu bersih untuk disebabkan oleh serangan senjata tajam dalam aksi kekerasan. Jarum suntik yang ditemukan di area tempat Suraj ditemukan juga menguatkan dugaan bahwa ia menggunakan anestesi untuk membius kakinya sebelum melakukan amputasi.

"Korban berulang kali mengubah keterangannya dan berusaha menyesatkan polisi," ujar seorang petugas kepolisian. Suraj kemudian dirujuk ke pusat trauma untuk mendapatkan perawatan lanjutan, sementara potongan kakinya hingga kini belum ditemukan.

Meski polisi meyakini Suraj mengamputasi kakinya sendiri demi bisa masuk sekolah kedokteran tanpa harus lulus ujian NEET, kasus ini dinilai sangat ekstrem hingga menimbulkan pertanyaan soal langkah hukum yang bisa diambil. Jika rencananya gagal, Suraj kemungkinan harus menjalani hidup dengan satu kaki, sebuah konsekuensi berat dari tindakan yang dilakukannya.

Halaman 2 dari 2
(suc/suc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads