Kata Ahli Jiwa soal 'Peter Pan Syndrome', Onadio Curhat Mengalaminya

Kata Ahli Jiwa soal 'Peter Pan Syndrome', Onadio Curhat Mengalaminya

Averus Kautsar - detikHealth
Selasa, 03 Feb 2026 09:46 WIB
Kata Ahli Jiwa soal Peter Pan Syndrome, Onadio Curhat Mengalaminya
Onadio Leonardo. (Foto: dok Instagram onadioleonardo_official)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu heboh penyanyi Onadio Leonardo bercerita jika dirinya disebut mengidap Peter Pan Syndrome. Hal itu diketahuinya melalui sesi konsultasi kesehatan mental selama menjalani rehabilitasi, akibat kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukannya beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut membuat mentalnya 'terjebak' di usia 20-an. Ia menganggap usia 20-an sebagai masa 'golden age' sehingga ia sulit untuk move on dari masa tersebut.

Sebenarnya apa itu kondisi Peter Pan Syndrome? Spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan Peter Pan Syndrome bukanlah istilah diagnosis psikologis resmi yang digunakan untuk menggambarkan orang dewasa yang secara emosional atau perilakunya tampak belum dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang dengan kondisi ini biasanya juga sulit mengambil peran dewasa seperti tanggung jawab, komitmen, dan mandiri.

ADVERTISEMENT

"Sindrom ini tidak ada dalam buku diagnosa resmi DSM-5 (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition) atau PPDGJ 3 (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa), jadi bukan gangguan mental yang bisa dicantumkan sebagai diagnosis oleh psikiater," ungkap dr Lahargo pada detikcom, Rabu (3/2/2026).

Menurut dr Lahargo, kondisi ini dipicu oleh tiga faktor kuat yaitu pola asuh orang tua, faktor psikologis, dan lingkungan. Pola asuh orang tua yang terlalu permisif atau protektif dapat membuat anak kurang belajar soal tanggung jawab.

Orang tua yang terus 'membantu' anak dalam menyelesaikan masalah, tanpa menuntut kemandirian bisa menghambat perkembangan. Kemudian, dari sisi psikologis orang yang merasa cemas, takut gagal, atau tidak siap menghadapi tekanan hidup dewasa bisa menghindari tanggung jawab karena ketidaknyamanan emosional.

"Pergaulan atau budaya yang memberi nilai tinggi pada kebebasan, kesenangan, atau citra muda mungkin 'mendorong' seseorang menunda tanggung jawab dewasa," tambah dr Lahargo menyinggung soal faktor lingkungan.

Menangani Peter Pan Syndrome

dr Lahargo mengungkapkan perilaku yang berkaitan Peter Pan Syndrome bisa dikendalikan atau berkurang dengan penanganan yang tepat. Melalui pendekatan psikoterapi dan dukungan lingkungan yang tepat, orang dengan kondisi ini bisa lebih mandiri.

Faktor-faktor penting yang dapat mendukung pemulihan meliputi adanya kesadaran diri, konsultasi dengan profesional, perubahan lingkungan dan hubungan, dan keluar dari zona nyaman.

"Sadar bahwa pola perilaku tertentu menghambat kehidupan, baik itu dari hubungan, karir, dan tanggung jawab, itu menjadi langkah awal penting," ujar dr Lahargo.

"Belajar menghadapi tanggung jawab bertahap, baik dalam pekerjaan, keuangan, dan komitmen sosial, dapat memperkuat kedewasaan emosional," tandasnya.

Halaman 2 dari 2
(avk/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads