Bocah Bunuh Diri di NTT, Pemerintah Sorot Tingkat Kesehatan Mental

detik sore

Bocah Bunuh Diri di NTT, Pemerintah Sorot Tingkat Kesehatan Mental

20detik Signature - detikHealth
Rabu, 04 Feb 2026 14:45 WIB
Bocah Bunuh Diri di NTT, Pemerintah Sorot Tingkat Kesehatan Mental
Foto: Fildan
Jakarta -

Aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Ngada, NTT pada Rabu (4/2) lalu menggemparkan banyak pihak. Merangkum detikcom, tindakan yang disertai dengan pesan tertulis kepada ibunya tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakmampuan keluarga untuk membeli peralatan sekolah.

Terbaru, Kementerian Kesehatan melalui Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Pambudi, MPHM langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT dan Dinkes Kabupaten Ngada untuk mendalami dan mengorek data terkait. Salah satu yang diperiksa adalah sistem skrining kesehatan jiwa yang ada di wilayah tersebut.

"Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan langkah tindak lanjut yang diambil berbasis data dan berorientasi pada penguatan sistem ke depan," ujar dr Imran dikutip dari detikHealth, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa yang sudah tembus hingga Istana Kepresidenan ini disebut oleh Waka Komisi XIII, Hugo Pareira, sebagai tamparan bagi dunia pendidikan nasional.

"Bagaimanapun, peristiwa ini merupakan tamparan untuk kita sebagai masyarakat ketika seorang bocah yang meninggal tragis karena putus asa, hilangnya perhatian, hilangnya kasih sayang dari keluarga, dari masyarakat," ujar Hugo dikutip dari detikNews, Kamis (4/2).

ADVERTISEMENT

"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa, menjadi manusia yang kemudian berguna masyarakatnya," lanjutnya.

Lalu apa faktor terbesar yang mempengaruhi seorang anak melakukan bunuh diri? Simak diskusinya bersama Psikolog Klinis, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Psikolog, dalam Editorial Review.

Beralih ke Jawa Barat, detikSore akan mengulas lebih lanjut peristiwa nahas yang dialami oleh seorang perempuan bernama Enok. Dirinya dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Cijagra, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat lantai rumahnya yang tiba-tiba jebol.

Mengutip detikJabar, peristiwa ini terjadi pada Senin (2/2/2026) pukul 16.00 WIB. Hingga kini masyarakat serta aparat terkait masih mencari korban yang berada di Desa Cilame, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, itu terletak di pinggiran sungai. Simak informasi terkini terkait pencarian Enok dan kondisi rumahnya dalam detikSore.

Dalam segmen Sunsetalk edisi kali ini, detikSore akan kembali kedatangan praktisi keuangan Firman Marihot. Dirinya hadir untuk membahas perubahan yang terjadi pada pasar saham Indonesia beberapa hari terakhir. Pasar saham Indonesia sedang mengalami fluktuasi dan terus terkoreksi, salah satunya akibat sorotan tajam Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI).

Sorotan ini membuat terjadinya perubahan struktural yang menggeser cara pasar bekerja, cara harga bergerak dan cara pelaku pasar mencari keuntungan. Meski demikan, bukan berarti para investor tidak dapat memperoleh celah dengan adanya situasi tersebut.

Sejumlah pihak justru mengatakan jika kondisi ini akan menciptakan benefit untuk pasar Indonesia secara umum. Bagaimana peluang ini tercipta? Simak obrolannya pada penghujung sore nanti!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads