Setelah 2025 Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, kini Spanyol berencana melakukan hal yang sama. Hal ini dilakukan untuk menindak perusahaan teknologi yang dinilai gagal dalam melindungi pengguna dari dampak buruk.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez belum lama ini mengecam berbagai pelanggaran yang dilakukan platform media sosial. Ia mengatakan mulai pekan depan, remaja di bawah usia 16 tahun tidak akan bisa mengakses media sosial.
"Media sosial telah menjadi seperti 'negara gagal', tempat hukum diabaikan, kejahatan dibiarkan, disinformasi lebih bernilai daripada kebenaran, dan separuh penggunanya mengalami ujaran kebencian," kata Sánchez, dikutip dari CNBC, Rabu (4/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebuah negara gagal di mana algoritma mendistorsi percakapan publik, serta data dan citra kita dieksploitasi dan diperjualbelikan," sambungnya.
"Hari ini, anak-anak kita terpapar ruang yang seharusnya tidak mereka jelajahi sendirian, ruang yang penuh adiksi, kekerasan, pornografi, manipulasi, dan penyalahgunaan. Kami tidak akan lagi menerima ini. Kami akan melindungi mereka dari 'alam liar' digital," kata Sánchez.
Sánchez juga menyebutkan lima negara Eropa lainnya telah bergabung dengan Spanyol dalam memperketat aturan terhadap platform media sosial.
Majelis Nasional di Prancis baru-baru ini menyetujui rancangan undang-undang yang akan membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Namun, aturan tersebut masih harus mendapat persetujuan Senat sebelum resmi diberlakukan.
Sementara itu di Inggris, House of Lords juga mendukung larangan serupa, meski rancangan kebijakan itu masih harus lolos pembahasan di House of Commons.











































