Pengakuan Wanita Jaksel Kena Tumor Otak di Usia 27, Inikah yang Jadi Pemicunya?

Pengakuan Wanita Jaksel Kena Tumor Otak di Usia 27, Inikah yang Jadi Pemicunya?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 05 Feb 2026 18:07 WIB
Pengakuan Wanita Jaksel Kena Tumor Otak di Usia 27, Inikah yang Jadi Pemicunya?
Foto: Dok. Sisca sudah atas izin yang bersangkutan
Jakarta -

Akhir tahun 2023 menjadi masa yang tak terlupakan bagi Sisca Febriane (29), seorang perempuan asal Jakarta Selatan. Di usia 27 tahun, ia didiagnosis mengidap tumor otak.

Sisca menuturkan, diagnosis tersebut mengubah hidupnya secara drastis. Setelah mencari beberapa second opinion, termasuk hingga ke Malaysia, ia akhirnya menjalani operasi pada Maret 2024.

Tumor yang menempel di batang otak itu tak hanya berdampak pada kondisi fisiknya. Lebih dari itu, penyakit tersebut juga mengguncang kesehatan mental Sisca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih shock, kena mental juga kayak nggak percaya diri. Kayak bingung ini nanti ke depannya gimana," kata Sisca saat dihubungi detikcom, Kamis (5/2/2026).

"Lama-lama ya berdamai aja sama sendiri, mau gimana. Sekarang mulai ngonten aja biar orang-orang aware juga. Karena dulu nge-gampangin gitu loh. Jadi kalau bisa orang-orang nggak kayak gitu juga," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Apa pemicunya?

Sisca bercerita, menurut dokter yang menanganinya, tumor tersebut kemungkinan besar muncul karena gaya hidupnya yang kurang baik.

"Kalau di-flashback gitu, zaman dulu aku sering banget minum yang manis-manis, sama jajan sembarangan gitu. Aku konsumsi kopi, terus minum boba cukup sering. Misal hari ini kopi, besok boba," kata Sisca.

"Bahkan dulu sempat ada festival boba, aku datang. Sehari itu aku bisa 3,4, atau 5 ya (minum) boba merek berbeda, saking sukanya sama boba. Agak ekstrem memang," sambungnya.

Kebiasaan ini juga didukung oleh pola kerja Sisca yang tidak sehat. Dirinya bisa berangkat kerja pagi dan selesai hingga dini hari.

"Kayak kerja tuh dari jam 8 pagi, kadang pulang kerja itu sampai jam 1 malam karena aku ada meeting-meeting gitu kan atau jam 2 pagi, bahkan jam 3," kata Sisca.

Kondisi Pascaoperasi

Bisa dikatakan, tumor otak tersebut tidak memberikan tanda-tanda berarti di awalnya. Saat tumor tersebut membesar, penglihatan dari Sisca yang pertama kali diserang.

"Awalnya ngerasa agak pusing, aku sering banget ngerasa pusing dan mat aku ada silinder dan emang agak sedikit jereng gitu kan. Aku masih nggak ada mikir aneh-aneh," kata Sisca.

Setelah operasi, Sisca mengalami koma sekitar dua minggu lamanya dan hingga kini dirinya masih harus menjalani rehabilitasi untuk mengembalikan semua fungsi saraf seperti sebelumnya.

"Awal-awal aku nggak bisa gerakin tangan sama sekali, nggak bisa gerakin kaki sama sekali yang sebelah kanan. Terus aku nggak bisa ngomong, bener-bener suaraku hilang kayak orang bisu," katanya.

Namun, semangat Sisca tak kendor. Sisca bisa kembali dirinya sebelum operasi, hanya saja membutuhkan waktu.

"Waktu nggak bisa ditentuin, jadi harus ada tekad dari akunya gitu. Harus semangat buat terapi, kalau misalnya males kakinya nggak digerakin, yang namanya otot bisa mengecil dan memperparah keadaan," tutupnya.

Halaman 2 dari 2
(dpy/suc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads