Nah Lho, Gejala Kanker Ini Kerap Terabaikan gara-gara Buta Warna

Nah Lho, Gejala Kanker Ini Kerap Terabaikan gara-gara Buta Warna

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Minggu, 08 Feb 2026 18:05 WIB
Nah Lho, Gejala Kanker Ini Kerap Terabaikan gara-gara Buta Warna
Ilustrasi buta warna. Foto: Getty Images/iStockphoto/kasezo
Jakarta -

Sebuah kondisi mata yang umum, yakni buta warna, diam-diam bisa menyembunyikan peringatan awal dari kanker kandung kemih. Hal ini ditunjukkan dalam sebuah penelitian.

Dikutip dari laman NY Post, buta warna dialami sekitar 1 dari 12 pria dan 1 dari 200 wanita di seluruh dunia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, namun paling sering merupakan akibat dari mutasi genetik bawaan yang memengaruhi sel kerucut peka cahaya di retina.

Bentuk buta warna yang umum adalah sulit membedakan antara warna merah dan hijau. Penelitian mengungkap kondisi tersebut bisa mempersulit deteksi darah dalam urine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ini menjadi masalah besar, karena darah dalam urine seringkali merupakan salah satu peringatan diri kanker kandung kemih, yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit di awal.

Seorang profesor di Stanford Medicine dan penulis senior dalam penelitian, Dr Ehsan Rahimy beserta rekan-rekannya membandingkan rekam medis dari 135 orang yang mengidap kanker kandung kemih dan bua warna dengan 135 orang yang hanya mengidap kanker kandung kemih.

Mereka menemukan, pasien dengan gangguan penglihatan warna lebih mungkin didiagnosis pada stadium lebih lanjut dan invasif, dibandingkan dengan pasien dengan penglihatan normal.

Secara keseluruhan, peserta dengan buta warna memiliki risiko 52 persen lebih tinggi meninggal dalam 20 tahun setelah diagnosis kanker kandung kemih dibandingkan dengan yang memiliki penglihatan normal.

"Kanker kandung kemih adalah penyakit yang buruk. Jika Anda menunda diagnosis, itu akan memengaruhi prognosis Anda," kata Dr Verru Kasivisvanatha , seorang ahli onkologi urologi dan ahli bedah di University College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Para peneliti mencatat, ada beberapa keterbatasan dalam penelitian. Salah satunya yaitu buta warna seringkali tidak terdeteksi. Akibatnya, beberapa peserta mungkin salah masuk klasifikasi sebagai memiliki penglihatan normal, sehingga dapat memengaruhi temuan.

Meski begitu, para ahli mengatakan bahwa temuan tersebut cukup signifikan untuk memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan dapat mendorong para dokter untuk lebih waspada terhadap orang-orang yang memiliki kekurangan penglihatan warna.

"Saya akan tetap waspada dan mempertimbangkan kemungkinan kanker kandung kemih pada pasien buta warna yang mengalami gejala saluran kemih," kata Dr Masahito Jimbo, seorang spesialis kedokteran keluarga yang mempelajari praktik skrining kanker di Universitas Illinois di Chicago.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Semua Orang Punya Potensi Kena Kanker, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads