Kronologi Korban Meninggal di Bangladesh Akibat Virus Nipah, Sempat Alami Demam

Kronologi Korban Meninggal di Bangladesh Akibat Virus Nipah, Sempat Alami Demam

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 09 Feb 2026 08:01 WIB
Kronologi Korban Meninggal di Bangladesh Akibat Virus Nipah, Sempat Alami Demam
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Fania Witardiana)
Jakarta -

Pada tanggal 3 Februari 2026, otoritas kesehatan Bangladesh melaporkan satu kasus konfirmasi penyakit virus Nipah dengan kematian. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), korban berjenis kelamin perempuan perempuan berusia 45 tahun dan tinggal di Distrik Naogaon, Divisi Rajshahi.

Virus Nipah Marak di Bangladesh

Infeksi virus Nipah di Bangladesh bukanlah hal baru. kasus terakhir dilaporkan pada September 2025 di Divisi Rajshahi (satu korban konfirmasi)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut kronologi warga Bangladesh meninggal akibat infeksi virus Nipah:

  • 5-20 Januari 2026

Kasus dilaporkan mengonsumsi getah/nira kurma mentah

ADVERTISEMENT
  • 21 Januari 2026

Kasus mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia, kelemahan, dan muntah. Kondisi ini memburuk dan ia mengalami hipersaliva, disorientasi, dan kejang.

  • 27 Januari 2026

Kasus tidak sadar dan dibawa ke klinik lokal. Kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

  • 28 Januari 2026

Kasus dibawa ke RS Rajshahi (RMCH) dan dilakukan pengambilan spesimen swas tenggorokan dan darah. Kasus juga dilaporkan meninggal di hari yang sama.

  • 29 Januari 2026

Keluar hasil positif Nipah (PCR dan ELISA)

Pelacakan Kontak Erat

Otoritas kesehatan setempat juga melakukan pelacakan kepada orang-orang terdekat dari kasus meninggal.

Melalui pelacakan kontak erat teridentifikasi 35 kontak yakni 3 orang serumah, 14 orang pada komunitas yang sama, dan 18 kontak di rumah sakit.

Enam kontak diketahui bergejala (3 orang serumah, 2 orang di komunitas, 1 orang di rs) dan sudah dilakukan pemeriksaan lab (hasil: seluruhnya NEGATIF).

Seluruh kontak dihimbau untuk isolasi mandiri selama 28 hari dan dilakukan pemantauan selama 2 bulan. Hingga saat ini, tidak terdapat kasus tambahan yang dilaporkan.

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads