Gaduh akibat penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) masih bergulir. Kegaduhan ini muncul akibat penghentian mendadak penggunaan manfaat BPJS yang membuat banyak pasien dengan penyakit katastropik tidak lagi bisa mendapatkan pengobatan rutin.
Polemik ini semakin membesar tatkala pasien-pasien cuci darah juga menjadi pihak yang terugikan atas situasi tersebut. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, memaparkan, ada sekitar 12 ribu dari 200 ribu pasien cuci darah yang terkendala atas kebijakan terbaru ini.
"Pasien cuci darah ini seminggu bisa 2-3 kali cuci darah di rumah sakit. Kalau dia miss (melewatkan) itu, bisa fatal dalam waktu 1-3 minggu," kata Budi dikutip dari detikHealth, Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merangkum detikHealth, Menkes mengusahakan solusi terhadap 12 ribu pasien yang terkendala penggunaan BPJS tersebut. Sejumlah solusi ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah setidaknya hingga 3 bulan ke depan. Pertama, semua layanan untuk pasien katastropik (antara lain cuci darah dan kemoterapi), direaktivasi otomatis, tetap dilayani, dan PBI-nya dibayarkan pemerintah. Kedua, dalam 1-3 bulan ke depan, Kemensos, Pemerintah Daerah, BPS, BPJS Kesehatan melakukan pengecekan dan pemutakhiran desil para penderita penyakit katastropik, cross-check dengan data listrik dan kartu kredit.
Ketiga, Kemensos mendorong SK Reaktivasi Kemensos untuk mengendalikan batas kuota nasional PBI Jaminan Kesehatan 96,8 juta jiwa. SK Kemensos berlaku dua bulan ke depan agar BPJS Kesehatan aktif memberikan notifikasi ke masyarakat apabila penonaktifan kepesertaan PBI dan PBPU Pemda.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mencatat sebanyak 11,53 juta peserta PBI JKN dinonaktifkan sepanjang Januari-Februari 2026. Ia mengatakan jika hal ini dilakukan untuk menyesuaikan daftar penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.
"Jadi ini kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai alokasi yang kita miliki," kata Gus Ipul.
Lalu apa saja informasi terbaru dari persoalan ini? Simak informasi terupdatenya dalam detikSore!
Menuju Tangerang, detikSore akan mengulas situasi terkini usai Sungai Cisadane tercemar limbah kimia akibat kebakaran sebuah pabrik. Berdasarkan pantauan detikcom, akibat cemaran ini, muncul bau menyengat di sekitar sungai. Tidak hanya itu, air sungai juga terasa berminyak.
Sejumlah warga yang berada di kawasan Tangerang menerima informasi untuk mengurangi konsumsi air yang diambil dari aliran sungai Cisadane. Bagaimana sebenarnya yang terjadi? Apa dampak cemaran sungai Cisadane terhadap warga Tangerang? Simak laporan langsung Jurnalis detikcom selengkapnya.
Pada penghujung sore nanti, Dul Jaelani akan hadir membawakan karya terbarunya yang berjudul 'Sebenarnya, Selamanya...'. Single yang mengangkat kisah kasmaran ini disebut memberikan sudut pandang yang jujur, intim dan emosional.
Melalui lagu ini, Dul mengajak pendengar untuk bisa menyelami cinta sebagai ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan. Lalu seperti apa kisah asmara yang ingin disampaikan oleh Dul? Simak pengakuan Dul dalam Sunsetalk detikSore!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"










































