Kebakaran pabrik pestisida di Tangerang yang berujung pada pencemaran Sungai Cisadane memicu alarm waspada bagi kesehatan masyarakat. Akibat kejadian tersebut, kondisi aliran kali mengalami perubahan warna dan berbau. Bahkan, ikan yang berada dalam aliran kali itu mengambang mati akibat terpapar cairan pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.
Meski efeknya mungkin tidak langsung terasa seperti keracunan akut, paparan bahan kimia ini dalam jangka panjang menyimpan risiko kesehatan yang fatal.
"Kalau risiko jangka panjang zat kimia ini salah satunya menimbulkan kanker, kalau masuk ke lambung jadi kanker usus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pestisida dikenal sebagai senyawa yang sulit terurai secara alami. Ketika masuk ke dalam aliran sungai dan terkonsumsi atau terpapar ke kulit manusia secara terus-menerus, zat tersebut akan terakumulasi dalam jaringan lemak dan organ tubuh.
Bahaya Pestisida bagi Kesehatan
Dikutip dari laman EPA United States, dampak pestisida terhadap kesehatan bergantung pada jenis pestisidanya. Beberapa, seperti organofosfat dan karbamat, memengaruhi sistem saraf.
Lainnya dapat mengiritasi kulit atau mata. Beberapa pestisida mungkin bersifat karsinogenik. Lainnya dapat memengaruhi sistem hormon atau endokrin dalam tubuh.
Selai itu, berikut adalah risiko kesehatan serius yang mengintai:
1. Kerusakan Saraf dan Risiko Parkinson
Paparan pestisida kronis berkaitan erat dengan kondisi neurotoksisitas. Sebuah studi meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Nature: npj Parkinson's Disease (2025) dan Environment International menunjukkan bahwa paparan pestisida seperti paraquat dan organofosfat dapat menyebabkan perubahan epigenetik pada otak.
Hal ini meningkatkan risiko penyakit Parkinson hingga 1,64 kali lipat karena zat kimia tersebut mengganggu fungsi neurotransmiter dan merusak sel saraf secara bertahap.
2. Gangguan Hormon dan Kesuburan
Pestisida sering kali berperan sebagai pengganggu endokrin. Jurnal International Journal of Molecular Sciences (MDPI) mencatat bahwa pestisida mampu meniru atau menghalangi hormon alami manusia.
Pada Pria: Paparan ini dapat menurunkan kualitas dan pergerakan sperma secara signifikan, yang berujung pada infertilitas.
Pada Wanita: Mengganggu siklus hormon reproduksi dan meningkatkan risiko keguguran spontan.
baca jg
3. Risiko Kanker (Karsinogenik)
Paparan bahan kimia pertanian dan industri dalam jangka panjang telah lama dikaitkan dengan mutasi sel. Riset dalam jurnal American Journal of Epidemiology dan Frontiers in Public Health menemukan adanya korelasi kuat antara akumulasi pestisida di tubuh dengan peningkatan risiko Limfoma Non-Hodgkin dan Leukemia. Organisasi Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) bahkan mengklasifikasikan beberapa zat dalam pestisida sebagai zat yang berpotensi karsinogenik (pemicu kanker) bagi manusia.
4. Gangguan Fungsi Hati dan Ginjal
Sebagai organ penyaring racun, hati dan ginjal adalah organ yang paling terbebani. Sebuah studi kohort dalam jurnal PLOS ONE mengungkapkan bahwa paparan pestisida jangka panjang berkaitan dengan abnormalitas pada tes fungsi hati dan penurunan laju filtrasi ginjal, yang jika dibiarkan dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis.











































