Udara musim dingin Hong Kong dengan suhu 14-20 derajat celcius, tak menyurutkan semangat petualangan lima keluarga asal Indonesia. Ditemani jaket dan semangat tinggi, anak-anak usia 1-5 tahun justru makin aktif menjelajahi berbagai museum sains dalam program 'Winner's Squad' Nutrilon Royal, 7-11 Februari 2026.
Semangat mereka tak hanya berakar pada rasa ingin tahu, tetapi juga pada cara alamiah anak-anak belajar. Metode belajar melalui pengalaman langsung dinilai akan lebih mudah diingat oleh anak-anak.
"Yang dipegang oleh tangan kita, apa yang dirasakan oleh tangan kita, maka akan terekam oleh otak kita," kata Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, S.Psi, M.Psi.T. dalam sesi diskusi di sela-sela program Edutrip The Winner Squad Nutrilon Royal, Sabtu (7/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan bahwa pengalaman sensorik langsung dalam stimulasi sains sangat krusial. Namun, Aninda juga mengingatkan fondasi utama yang tak boleh dilupakan.
"Stimulasi tanpa nutrisi itu enggak maksimal. Jadi kalau tanpa nutrisi atau kurang nutrisi, akhirnya apa nih? Perkembangannya terhambat, itu sudah pasti. Daya tahan tubuhnya, imunitasnya menurun, itu sudah pasti juga," jelasnya.
"Sebaliknya, nutrisi tanpa stimulasi, dikasih nutrisinya bagus, tapi enggak pernah distimulasi. Akhirnya aspek perkembangan tadi, jadinya enggak maksimal juga," imbuhnya.
Di Hong Kong, konsep belajar melalui pengalaman langsung itu diwujudkan di empat destinasi stimulasi sains yang masing-masing memiliki peran unik.
Pertama, para Winner Squad mengunjungi Hong Kong Children's Discovery Museum yang menawarkan pembelajaran berbasis bermain di mana anak-anak bisa mengeksplorasi tanpa batasan. Di sini, mereka belajar fisika dasar melalui 'water play' yang mengajarkan tentang gaya dan tekanan, serta melatih keterampilan merakit.
Kedua, mereka juga mengunjungi Hong Kong Science Museum yang memadukan ketertarikan anak pada dinosaurus dan transportasi dengan permainan sains interaktif bidang fisika dan kimia.
"Banyak percobaan-percobaan seru di tempat yang kedua ini," kata Aninda.
Ketiga, Hong Kong Space Museum yang membawa anak menyelami abstraksi astronomi menjadi nyata. Mereka dibawa ke dalam ruangan interaktif sekaligus menyajikan permainan seru sambil mempelajari bagaimana alam semesta ini terjadi.
"Astronomi itu suatu hal yang bisa banget membangkitkan rasa berpikir kritis anak dan rasa ingin tahunya," jelas Aninda.
Tak hanya mengunjungi museum, mereka juga diajak untuk mengenal makhluk hidup lain di Zoological & Botanical Garden. Tempat ini menyuguhkan ilmu biologi sekaligus menumbuhkan keberanian dan empati terhadap makhluk hidup.
Pengalaman langsung ini dirasakan betul oleh Chika, orang tua dari Kenneth Mathew Immanuel (4 tahun). Ia sangat bersyukur bisa mengikuti program Edutrip Nutrilon Royal di Hong Kong. Meski di tengah cuaca musim dingin, anaknya Ken, tetap aktif mengeksplorasi kegiatan padat di Negeri Mutiara dari Timur ini.
"Dia sangat excited banget sih, karena anaknya suka mencoba banyak hal, dan karena dia tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru," ujar Chika tentang kunjungan mereka ke museum.
Senangnya! 5 Keluarga Pemenang Winter's Squad Nutrilon Jelajahi Hong Kong Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom |
Untuk membangun jiwa 'pemenang' pada Ken, Chika punya pendekatan unik. Ia sengaja membuat lomba kecil di rumah, tetapi tidak selalu membiarkan Ken menang.
"Aku takutnya one day ketika aku dan suami aku enggak ada, dia demotivasi ketika dia mendapat kegagalan dia yang pertama. Makanya yang pertama kita lakukan adalah trust the process gitu, biar Ken tahu kalau semuanya walaupun enggak berhasil, tapi yang penting ada prosesnya gitu," tuturnya.
Di balik segudang aktivitas dan stimulasi, Chika sangat memerhatikan asupan nutrisi Ken, termasuk memastikan konsumsi susu pertumbuhan.
"Yang paling penting tuh imunitas tubuh, karena percuma semua yang masuk ke tubuhnya Ken, kalau dianya sering sakit, pasti semua gizi yang terserap ke tubuh dia tuh bukan untuk perkembangan atau pertumbuhan dia lagi, tapi untuk melawan penyakit," ujarnya.
Imunitas Sehat Jadi Kunci Kecerdasan Anak
Pentingnya imunitas sebagai fondasi pembelajaran ditegaskan secara ilmiah oleh Medical Affairs Director Danone Indonesia, dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. Ia memaparkan data yang tegas tentang konsekuensi status gizi buruk terhadap perkembangan kognitif.
"58% anak yang tidak memiliki status gizi yang baik, itu pasti skor kognitifnya itu akan dua kali di bawah rata-rata," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keinginan orang tua untuk memiliki anak pintar harus dimulai dari fondasi yang tepat. Menurutnya, kecerdasan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan fisik.
"Anak pintar itu tidak bisa lepas dari pilar imunitas atau daya tahan tubuh."
Lebih dari 70% sistem imun berada di usus yang kinerjanya dapat didukung oleh nutrisi prebiotik spesifik. dr. Ray menjelaskan jenis nutrisi yang diperlukan untuk mendukung sistem pertahanan tubuh ini.
"Makanan terbaik untuk menstimulasi sistem kesehatan dan sistem imunitasnya itu kasih dia yang namanya serat pangan atau fungsional, yang namanya adalah FOS-GOS," jelasnya.
Dengan fondasi tubuh yang kuat, barulah stimulasi dan nutrisi otak dapat bekerja optimal. Ia menyimpulkan bahwa pendekatan yang holistik adalah kunci keberhasilan.
"Kombinasinya udah bener banget nih, kombinasi jaga sistem pencernaannya, jaga sistem imunitasnya supaya nggak gampang sakit, proses belajarnya lebih bagus, stimulasinya lebih bagus," pungkas dr. Ray.
Senangnya! 5 Keluarga Pemenang Winter's Squad Nutrilon Jelajahi Hong Kong Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom |
Brand Manager Nutrilon Royal, Velan Sormin, mengatakan program ini adalah perwujudan keyakinan brand tentang sinergi elemen tumbuh kembang. Ia menjelaskan filosofi di balik kegiatan tersebut.
"Pengalaman ini merupakan perwujudan keyakinan Nutrilon Royal bahwa membesarkan anak yang siap menghadapi masa depan dimulai sejak dini melalui sinergi kuat antara Orang Tua, Pakar, Nutrisi, dan Stimulasi," katanya.
Program Winner's Squad disebut sebagai evolusi dari inisiatif ilmiah brand yang sudah ada. Tujuannya adalah membuat sains lebih mudah diakses dan dipahami.
"Winner's Squad sendiri merupakan pengembangan dari Nutrilon Royal Science Camp, dengan tujuan menghadirkan pengalaman sains yang lebih dekat, nyata, dan menginspirasi bagi anak-anak," tambah Velan.
Public Relations Manager PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Teguh Irawan, menjelaskan alasan kolaborasi dalam program ini. Ia menekankan nilai edukatif dan akses yang diperluas bagi konsumen.
"Indomaret bangga dapat berkolaborasi dengan Nutrilon Royal dalam menghadirkan program yang tidak hanya memperluas akses terhadap nutrisi berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif yang bernilai bagi keluarga Indonesia," katanya.
Pada akhirnya, menjadi anak yang siap untuk masa depan bukanlah tentang menang cepat, melainkan tentang memiliki fondasi kesehatan yang tangguh, rasa ingin tahu yang tak padam, dan keberanian untuk belajar langsung dari dunia di sekelilingnya, bahkan di tengah hawa dingin Hong Kong sekalipun.
(akn/ega)













































