Kisah Haru Bayu, Survivor Kanker Anak yang Temukan Optimisme Sembuh di Tengah Perawatan

Hari Kanker Anak Internasional

Kisah Haru Bayu, Survivor Kanker Anak yang Temukan Optimisme Sembuh di Tengah Perawatan

Averus Kautsar - detikHealth
Kamis, 12 Feb 2026 12:07 WIB
Bayu, survivor kanker anak.
Bayu, survivor kanker anak. (Foto: Dokumentasi pribadi)
Jakarta -

Bayu Sugara (26) asal Rangkasbitung, Provinsi Banten menceritakan pengalamannya menjadi survivor kanker kelenjar getah bening atau limfoma non-hodgkin. Ia mengungkapkan pertama kali didiagnosis kanker limfoma ketika usianya menginjak 15 tahun di tahun 2015, saat itu ia baru saja lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pada saat itu, gejala yang pertama dirasakan adalah demam tinggi yang hilang timbul. Empat hari kemudian ia memutuskan melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas.

"Empat hari baru ke puskesmas cuma dikasih obat, pulang panas lagi, nggak lama dua harian lah timbul benjolan di leher," cerita Bayu pada detikcom, Sabtu (7/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejala lain yang akhirnya muncul adalah benjolan di leher. Ia juga baru menyadari berat badannya mengalami penurunan secara tidak wajar, tanpa alasan yang jelas.

Ketika kembali ke puskesmas, dokter langsung merujuknya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena sudah menduga ada kanker kelenjar getah bening. Sesampainya RSCM, ia diharuskan untuk melakukan operasi pengambilan sampel, dan benar saja ia didiagnosis kanker limfoma non-hodgkin stadium akhir.

ADVERTISEMENT

"Badan saya itu saat itu juga semakin kurus, jadi kayak tinggal tulang saja," cerita Bayu.

Bayu menjalani pengobatan dan kemoterapi selama tiga tahun. Pada tahun 2018, berkat semangat dan dukungan dari orang sekitar, Bayu dinyatakan sembuh oleh dokter pada usia 18 tahun.

Setelah dinyatakan sembuh, ia harus menjalani kontrol setiap bulan sekali untuk menjaga kondisinya. Namun, kini ia cukup kontrol setahun sekali atau apabila mengalami keluhan.

Ia bersyukur bisa dikelilingi oleh lingkungan yang sangat mendukung kesembuhannya. Ia begitu bangga memiliki orang tua yang tak kenal lelah menemaninya selama perawatan.

Bayu juga begitu bersyukur bertemu dengan dokter yang merawatnya saat itu karena begitu peduli dengannya. Bahkan, pernah ada suatu waktu dokter yang merawatnya itu membelikan obat untuknya dengan uang pribadi.

"Mungkin buat orang tua ya tetap semangat. Mau kita dari kampung, walaupun kita terbatas, kesulitan, waktu saya lihat orang tua saya, itu yang bikin saya semangat juga. Tetap semangat, optimis, pasti bisa, pasti sembuh, saya juga sembuh kan," kata Bayu.


Peran Penting Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI)

Selama tiga tahun menjalani pengobatan, Bayu lebih banyak menghabiskan waktu di Rumah Kita YKAKI (rumah singgah yang dikelola YKAKI, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia). Ia mengaku begitu terbantu dengan YKAKI karena bisa tetap dekat dengan fasilitas kesehatan selama pengobatan dan tetap menjalani pendidikan dengan baik karena ada guru yang mengajar.

Selama di YKAKI, Bayu juga bertemu dengan banyak anak yang berjuang melawan kanker. Kondisi itu membuatnya semakin semangat karena ia tidak sendirian. Rumah Kita YKAKI membantu pasien kanker anak usia 0-18 tahun dari keluarga pra-sejahtera yang berasal dari seluruh Indonesia.

"Kadang kalau pulang ke kampung, ngerasa kita doang yang sakit ya, ternyata pas ke YKAKI banyak teman-teman. Kadang ke rumah sakit bareng," ujar Bayu.

Pendiri sekaligus ketua YKAKI Ira Soelistyo mengungkapkan Rumah Kita merupakan salah satu program utama. Tujuannya adalah mempermudah proses pengobatan anak dan memberikan keamanan, akomodasi dan seluruh kebutuhan, serta kenyamanan anak dengan kanker selama pengobatan.

Selain di Jakarta, Rumah Kita YKAKI juga berada di enam kota lain meliputi Bandung, Yogyakarta, Semarang, Riau, Makassar, dan Surabaya, sedangkan di Manado YKAKI berperan sebagai Koordinator dari Sosialisasi & Edukasi.


Rumah Kita YKAKI menyediakan fasilitas tempat tinggal aman dan nyaman, memenuhi kebutuhan harian untuk anak dan pendamping, area bermain anak, fasilitas sekolah, hingga fasilitas transportasi agar orang tua bisa fokus mendampingi anak berobat tuntas.

Orang tua pasien seringkali bingung dalam menjalankan prosedur perawatan kanker anak. Bahkan, beberapa orang tua kadang lebih memilih alternatif atau tidak menjalani pengobatan sama sekali. Karena mereka tinggal di Rumah Kita, YKAKI dapat menjelaskan pentingnya pengobatan medis untuk meyakinkan mereka dan juga tidak jarang menjadi penghubung dengan dokter-dokter yang menanganinya.

"Jadi Rumah Kita ini diadakan untuk pasien-pasien yang lagi berobat. Pengobatannya kan lama. Jadi biasanya saat ada waktu jeda di tengah pengobatan, mereka tinggal di sini. Jadi nggak pulang ke rumahnya karena mereka kan dari seluruh Indonesia" cerita Ira ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (5/2/2026).

"Jadi kita itu menyediakan Rumah Kita ini dengan harapan mereka nyaman di sini. Jadi kita buat senyaman mungkin, di sini rumah happy-happy aja gitu," sambungnya.

Tidak hanya itu, YKAKI menyediakan fasilitas pendidikan formal gratis melalui program 'sekolah-ku' dengan tenaga pengajar Sarjana Pendidikan dan Psikologi. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan di Rumah Kita dan di Rumah Sakit. Kegiatan sekolah-ku memastikan anak tidak putus sekolah karena menjalani pengobatan yang lama, sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak.

YKAKI juga ikut membantu pembiayaan obat dan pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, serta memberikan pendampingan psikososial bagi pasien, orang tua, selama menjalani proses pengobatan yang berat dan lama.

"Dalam hal biaya pengobatan, terima kasih pada pemerintah dengan program JKN/BPJS yang sangat membantu pembiayaan pengobatan pasien kanker," sambungnya.

Lihat juga Video: Berlari Melawan Kanker

Halaman 2 dari 2
(avk/up)
Hari Kanker Anak Internasional
7 Konten
Hari kanker anak internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Februari. Peringatan ini untuk menyadarkan bahaya kanker pada anak, yang dampak fatalnya bisa dicegah jika terdeteksi lebih awal.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads