Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang naik pitam karena menemukan mitra program MBG yang tak memberikan ruang istirahat pada pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Mitra yang tidak mau menyediakan ruang istirahat untuk kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan dihentikan sementara. Bilang sama pemilik, ya, saya sudah marah betul ini, saya tutup atau segera membuat kamar!" kata Nanik dikutip dari Antara, Jumat (13/2/2026).
Kemarahan Nanik bukan tanpa sebab. Ini setelah dirinya menemukan seorang pegawai pengawas keuangan di SPPG Trenggalek Pogalan, Jawa Timur yang mengaku tak memiliki ruangan saat bekerja di dapur MBG. Mitra juga diwajibkan untuk mengganti peralatan baru jika ada kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mitra sudah menerima Rp6 juta setiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab," tegas Nanik.
Pengelola MBG Tidur di Lantai
Pengawas keuangan yang ditemukan Nanik itu bernama Nia Hastuti, yang bekerja di SPPG Trenggalek Pogalan. Nia kemudian menumpahkan semua keluh kesahnya kepada Wakil Kepala BGN itu.
"Kami merasa kasihan sekali kepada pengawas gizi kami karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur akibat tidak ada ruang istirahat. Padahal, setiap hari dia tidak tidur semalaman karena mengawasi proses masak," kata Nia.
Nia sudah berkali-kali mengingatkan mitra untuk dibuatkan tempat istirahat layak. Namun, yayasan yang menjadi mitra dapur tersebut tidak mengindahkan permintaannya.
"Sudah beberapa kali saya mengingatkan, tetapi tidak juga dilakukan dengan alasan tidak ada dana," tutup Nia.
(dpy/kna)











































