Kemenkes Buka Data, RI Cetak Rekor Terendah Kematian karena DBD

Kemenkes Buka Data, RI Cetak Rekor Terendah Kematian karena DBD

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 13 Feb 2026 16:10 WIB
Petugas dari Puskesmas Pesanggrahan, melakukan pengasapan (fogging) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2024). Fogging dilakukan untuk menekan persebaran kasus Demam Bersarah Dangue (DBD) yang terus naik.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indonesia disebut mencetak rekor terendah kasus kematian demam berdarah dengue (DBD). Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPBK) Asnawi melaporkan case fatality rate (CFR) atau jumlah orang yang meninggal karena sakit DBD menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9 persen, menjadi 0,4 persen pada 2025.

"Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya," jelas Asnawi dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (13/2/2026).

Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus yang cukup tajam pada tahun 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia disebutnya berhasil melakukan pemulihan cepat di 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya," jelasnya.

Capaian rekor terendah ditegaskan Asnawi sudah melampaui target nasional yakni 0,5 persen. Sementara untuk rencana nol kasus kematian DBD diupayakan terjadi 2030 mendatang.

ADVERTISEMENT

"Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030," pungkas Asnawi Abdullah.




(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads