Kabar duka datang dari dunia hiburan Hollywood. Aktor utama serial Dawson's Creek, James Van Der Beek, meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah berjuang melawan kanker kolorektal (usus besar). Kematian aktor ini menjadi pengingat keras bahwa kanker ini semakin sering menyerang orang dewasa muda di bawah usia 50 tahun.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Van Der Beek sempat berbagi kisah tentang bagaimana ia pertama kali menyadari ada yang salah dengan tubuhnya. Namun, seperti banyak orang lainnya, ia sempat meremehkan gejala awal tersebut.
Pada tahun 2023, Van Der Beek mulai merasakan adanya perubahan pada kebiasaan buang air besarnya (BAB). Alih-alih langsung curiga pada kanker, ia sempat mengabaikannya dan menganggap hal itu hanyalah masalah pencernaan biasa akibat pola makan atau diet yang ia jalani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat menganggap perubahan BAB itu hanya masalah diet," ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Kesalahan diagnosis ini sering terjadi karena gejala kanker usus besar memang sangat mirip dengan gangguan pencernaan ringan atau ambeien.
Baru setelah melakukan kolonoskopi, ia mendapati kenyataan pahit bahwa dirinya mengidap kanker kolorektal stadium 3. Sejak saat itu, ia gencar mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kecil pada tubuh mereka.
Gejala yang Sering Terabaikan
Dr Shruti Patel, ahli onkologi pencernaan dari Stanford Cancer Institute, menegaskan bahwa pasien kanker usus di usia muda kini terus meningkat. Kebanyakan hanya menganggapnya sebagai wasir atau ambeien.
"Tanda yang paling sering diabaikan adalah perdarahan rektal. Banyak orang berasumsi itu hanya karena wasir (ambeien)," kata Dr Patel kepada Forbes.
Beberapa gejala kanker usus besar yang harus diwaspadai yakni:
- Perubahan Kebiasaan BAB: Perubahan frekuensi (sering sembelit atau diare) serta perubahan ukuran dan bentuk tinja yang menetap lebih dari dua minggu.
- Perdarahan Rektal: Adanya darah pada tinja yang sering disalahartikan sebagai wasir atau ambeien.
- Anemia dan Kelelahan: Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah istirahat, akibat pendarahan dalam yang tidak terlihat.
- Nyeri Perut: Kerap disertai kram atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Kanker Kolorektal di Usia Produktif
Data menunjukkan pola yang mencemaskan. Dr. Shruti Patel, ahli onkologi pencernaan dari Stanford Cancer Institute, menyebutkan bahwa mereka yang lahir di tahun 1990-an memiliki risiko empat kali lebih besar terkena kanker rektum dibandingkan mereka yang lahir di tahun 1950-an.
Di Amerika Serikat, meski angka kanker usus besar secara keseluruhan menurun berkat gaya hidup dan skrining pada lansia, angka tersebut justru meningkat 3% setiap tahun pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun sejak 2013 hingga 2022.
Para ahli masih meneliti alasan di balik fenomena ini. Gaya hidup pasif (sedentary behavior) dan konsumsi makanan olahan (ultra-processed foods) memang menjadi faktor risiko utama. Namun, Dr Patel mencatat hal yang janggal: banyak pasien mudanya justru memiliki pola hidup sehat, rajin olahraga, dan menjaga makan.
Beberapa faktor yang diduga kuat berkontribusi adalah:
- Perubahan mikrobioma (bakteri usus).
- Paparan mikroplastik.
- Paparan lingkungan yang kompleks.
Karena lonjakan kasus usia muda, rekomendasi usia skrining kini diturunkan dari 50 tahun menjadi 45 tahun. Namun, jika memiliki riwayat keluarga (orang tua atau saudara kandung) yang terkena kanker ini, skrining harus dilakukan 10 tahun lebih awal dari usia saat keluarga didiagnosis.











































