Soal Inovasi Baru Pengobatan Kanker Belum Di-cover, BPJS Kesehatan Angkat Bicara

Hari Kanker Anak Internasional

Soal Inovasi Baru Pengobatan Kanker Belum Di-cover, BPJS Kesehatan Angkat Bicara

Averus Kautsar - detikHealth
Minggu, 15 Feb 2026 15:59 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/8/2025).
Dirut BPJS Kesehatan. (Foto: Sarah Oktaviani Alam/ detikHealth)
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti berbicara soal penanganan masalah kanker anak di Indonesia. Menurutnya, penanganan kanker anak di Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik, meski masih ada banyak tantangan salah satunya soal pembiayaan.

Ia menjelaskan pada saat ini mayoritas perawatan atau pengobatan kanker anak sudah dicover oleh BPJS. Namun, memang ada beberapa inovasi yang belum masuk dalam sistem cover BPJS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski demikian, Prof Ghufron mengungkapkan komitmennya untuk terus memperbarui list perawatan kanker yang dicover, agar penanganan kanker terus berkembang dan memudahkan masyarakat.

"Cuma masalahnya kadang memang ada obat kanker baru yang belum masuk dalam list, kalau di BPJS kan sebenarnya ada obat-obat tertentu yang sudah masuk, terbukti, itu pasti dibayar," ungkap Prof Ghufron ketika ditemui awak media di acara #BeraniGundul 2026 di Jakarta Selatan, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah membantu meningkatkan layanan kanker, Prof Ghufron mengatakan cek kesehatan bisa dilakukan di aplikasi Mobile JKN. Jika hasil skrining menunjukkan kecenderungan kanker, maka pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.

Ia memastikan pemeriksaan lanjutan yang ada akan dilayani secara gratis.

Menurut Prof Ghufon, pencegahan deteksi dini adalah kunci penting penanganan kanker pada anak. Orang tua perlu mengetahui gejala apa saja yang menandakan masalah kanker. Ia menambahkan diet tinggi makanan ultra processed food (UPF) juga bisa menjadi salah satu faktor.

"Yang harus itu satu, kita promosi dan prevensi, dari pencegahan, jadi jangan sampai kena. Masih kecil, baru lahir 8 bulan sudah kena kanker tulang misalnya. Saya kira itu ibunya harus tahu sebelumnya," ungkap Prof Ghufron.

"Contohnya, makanan-makanan yang diawetkan, dibentuk apalagi daging-daging sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan itu nggak bagus itu. Paling penting adalah deteksi dini," tandasnya.

Halaman 2 dari 2
(avk/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads