Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) kembali menggelar acara #BeraniGundul pada 2026. Ketua sekaligus pendiri YKAKI, Ira Soelistyo, menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker pada anak.
Aksi cukur rambut dalam #BeraniGundul 2026 menjadi bentuk empati dan dukungan bagi anak-anak penyintas kanker yang tengah menjalani pengobatan. Pasalnya, banyak pasien kanker anak mengalami kerontokan rambut sebagai efek samping terapi, seperti kemoterapi maupun radioterapi.
"Tujuannya untuk mengundang empati masyarakat, untuk peduli dan tahu anak-anak YKAKI kalau gundul itu keren. Ayo berempati supaya mereka tidak ada masalah dengan hal tersebut," ucap Ira ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, keberanian masyarakat untuk ikut menggunduli rambut melalui acara ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak pasien kanker yang sedang menjalani perawatan kemoterapi.
Ira juga berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal kanker pada anak. Ia mengingatkan bahwa kanker anak dapat diobati dan berpeluang sembuh, selama ditangani secara tepat dan sedini mungkin.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini kanker pada anak sebagai langkah krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
"Banyak yang perlu diperbaiki (penanganan kanker anak). Tapi, intinya adalah orang semakin aware, semakin sadar, bahwa kanker pada anak itu bisa diobatin," ujar Ira.
"Yang penting ketahuan, dikenali gejala-gejalanya, dan segera bawa ke pusat-pusat penanganan kanker anak supaya bisa disembuhkan," sambung Ira.
Di sisi lain, dokter anak subspesialis hematologi onkologi dr Ludi Dhyani Rahmartani, SpA SubspHO menekankan pentingnya deteksi dini kanker pada anak. Ia menjelaskan, meskipun kanker pada anak umumnya tidak dapat dicegah, penyakit ini tetap memiliki peluang untuk disembuhkan apabila ditangani secara tepat.
Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan anak mendapatkan diagnosis dan penanganan secepat mungkin, sehingga terapi dapat segera diberikan dan peluang kesembuhan meningkat.
"Kanker anak itu tidak ada pencegahannya, tapi bisa dikenali lebih cepat. Kalau kita tahu, lebih cepat, dalam stadium dini, tentu dia akan bisa sembuh," ucap dr Ludi dalam kesempatan yang sama.
"Jadi itu yang harus dicamkan di masyarakat, jangan takut ke dokter, jangan takut berobat, takut obat-obatan untuk kanker, karena biasanya kalau ke alternaitif dulu baru ke dokter itu udah terlambat jadi jangan takut. Semakin cepat diterapi, sembunhnya lebih baik," tandasnya.
Acara #BeraniGundul 2026 dilakukan di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Riau, Makassar, Surabaya, dan Manado. Acara ini juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti donor darah, cek kesehatan gratis, hingga skrining kanker payudara bagi orag dewasa.
Selain itu, ada juga kegiatan lain seperti skrining tumbuh kembang anak, lomba mewarnai, fashion show anak, face painting, hingga hiburan dari pengisi acara dan anak-anak pasien kanker yang berbakat.
Kanker anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan besar di Indonesia. Tercatat ada sekitar 11-12 ribu kasus baru pasien kanker anak tiap tahun di Indonesia. Sementara itu, di dunia ada 1 anak didiagnosis kanker anak tiap menit, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).











































