Menkes Sebut Ada 60 Ribu Pasien Cuci Darah Baru Tiap Tahun, Inikah Pemicunya?

Menkes Sebut Ada 60 Ribu Pasien Cuci Darah Baru Tiap Tahun, Inikah Pemicunya?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 17 Feb 2026 13:32 WIB
Dialysis machine is working. Acting as a substitute for the kidneys to drive waste from the body.
Ilustrasi cuci darah (Foto: Getty Images/saengsuriya13)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah pasien cuci darah atau hemodialisis terus meningkat tiap tahunnya. Setiap tahunnya, ada sekitar 60 ribu pasien cuci darah baru.

"Jumlah pasien cuci darah di Indonesia, totalnya ada 200.000-an gitu ya, setiap tahunnya bertambah 60.000 yang baru, kemudian yang dari tahun sebelumnya ini ada sekitar 120.000-an ya," kata Menkes dalam rapat bersama Pimpinan DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Cuci darah bukan terapi ringan. Biasanya, pasien akan menjalani prosedur ini dua sampai tiga kali sepekan dan tentu mengganggu kualitas hidup mereka. Lalu, saat ini faktor-faktor apa saja yang mendorong fungsi ginjal seseorang menurun hingga rusak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Guru Besar Bidang Urologi dan spesialis urologi konsultan, Prod Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) dari Siloam Hospitals Asri saat ini penyebab gagal ginjal paling banyak dialami oleh orang Indonesia karena diabetes.

"Orang gagal ginjal di Indonesia 29 persen diabetes, 20 persen infeksi, 19 persen karena hipertensi," kata Prof Nur saat ditemui detikcom, Sabtu (14/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Prof Nur, masalah-masalah kesehatan ini sebenarnya bisa dicegah, sebelum menjadi parah bahkan sampai merusak fungsi ginjal.

"Biar nggak diabetes ya hidup sehat. Jangan gendur, jangan seneng manis, jangan makan karbohidrat berlebihan. Biar nggak hipertensi, jangan banyak makan garam, minum yang cukup. Biar nggak gendut ya olahraga teratur," katanya.

"Kalau infeksi, begitu ada keluhan demam segala macam, datanglah ke dokter supaya diobatin dengan betul," tutupnya.




(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads