3 Kebiasaan Picu Gagal Ginjal, Berisiko Bikin Cuci Darah di Usia Muda

3 Kebiasaan Picu Gagal Ginjal, Berisiko Bikin Cuci Darah di Usia Muda

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 17 Feb 2026 20:03 WIB
Dialysis nurse are checking dialysis machine before hemodialysis replacement kidney dysfunction or renal failure in intensive care unit.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/saengsuriya13)
Jakarta -

Kasus gagal ginjal di usia muda kini bukan lagi sebuah cerita langka. Banyak pasien-pasien muda yang harus melakukan cuci darah atau hemodialisis akibat fungsi ginjalnya menurun drastis.

Dokter spesialis urologi konsultan, Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) dari Siloam Hospitals Asri mengatakan saat ini ada tiga faktor utama penyebab terus meningkatnya gagal ginjal di berbagai kalangan usia.

"Bahwa orang gagal ginjal itu di Indonesia itu 29 persen diabetes, 20 persen infeksi, dan 19 persen hipertensi," kata Prof Nur saat ditemui detikcom, Sabtu (14/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prof Nur, berikut adalah kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari dapat memicu kerusakan ginjal.

1. Banyak Makan Garam

Bagi orang Indonesia, makan tanpa rasa asin agaknya terasa kurang 'nendang'. Namun, di balik kenikmatan itu, tersembunyi momok menakutkan bernama hipertensi yang ujungnya dapat membuat ginjal rusak.

ADVERTISEMENT

"Biar nggak hipertensi, jangan banyak makan garam," tegas Prof Nur.

2. Makan Makanan Manis

Serupa dengan makanan asin. Makanan dan minuman manis juga menjadi favorit banyak warga Indonesia. Padahal, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes, yang juga merupakan 'mother of all diseases'.

"Biar nggak diabetes, ya hidup sehat. Jangan gendut, jangan seneng manis, jangan makan karbohidrat berlebihan," kata Prof Nur.

"Minum yang cukup biar nggak gendut, olahraga teratur," sambungnya.

3. Menganggap Remeh Infeksi

Gagal ginjal tidak selalu berawal dari diabetes atau hipertensi. Dalam sejumlah kasus, infeksi yang terlambat ditangani juga bisa berujung pada kerusakan ginjal, baik bersifat akut maupun kronis.

Masalahnya, infeksi sering dianggap ringan padahal jika menyebar atau berulang dampaknya bisa serius kepada ginjal. Beberapa infeksi yang perlu diperhatikan adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK) hingga sepsis.

"Kalau infeksi, begitu adalah keluhan demam segala macam datanglah ke dokter supaya diobatin dengan betul," tutup Prof Nur.

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads