Dokter Militer Prihati Buka Suara usai Diangkat Jadi Dirut BPJS Kesehatan Baru

Dokter Militer Prihati Buka Suara usai Diangkat Jadi Dirut BPJS Kesehatan Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 20 Feb 2026 15:18 WIB
Prihati Pujowaskito
Foto: Dokumentasi Unhan
Jakarta -

Prihati Pujowaskito bicara soal target lima tahun ke depan pasca mengemban amanah sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan baru. Ia mengaku optimistis bisa memastikan pelayanan jaminan kesehatan sosial pada lebih dari 280 juta jiwa.

"Jadi saya merasa menerima amanah yang besar," bebernya pasca menyelesaikan serah terima jabatan di Kemenko PM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin meminta beberapa peningkatan layanan di BPJS termasuk strategi reaktivasi peserta non-aktif hingga agenda terdekat penghapusan iuran bagi kelompok rentan, agar kembali aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi itu, Prihati menyebut dirinya akan bekerja keras dan cepat.

"Ya pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden yang telah memberikan surat perintah untuk penugasan ini. Dan tentunya kepada direksi dan dewas sebelumnya yang telah memberikan pondasi yang kokoh pada program ini. Dan kami akan melanjutkan yang baik-baik. Dan kami siap Pak, melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan siap bekerja keras untuk pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026 hingga 2031. Pengangkatan ini resmi terhitung mulai 19 Februari 2026 lewat Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas serta Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan.

Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito, SpJP(K), FIHA, adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran UNS (1994) dan menyelesaikan spesialis jantung di UNAIR (2007). Ia juga meraih gelar Magister Manajemen Rumah Sakit (2015) dan Doktor Hukum Kesehatan (2021).

Kariernya banyak ditempa di lingkungan kesehatan militer, termasuk pernah menjabat Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto dan Direktur Pengawasan Medik RSPAD. Jabatan terakhirnya sebelum memimpin BPJS Kesehatan adalah Dekan FKIK Universitas Pertahanan (2023 hingga 2025).




(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads