Ilmuwan Temukan Kesadaran Manusia Bertahan Berjam-jam Usai Jantung Berhenti

Ilmuwan Temukan Kesadaran Manusia Bertahan Berjam-jam Usai Jantung Berhenti

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 01 Mar 2026 11:35 WIB
Ilustrasi pasien di rumah sakit
Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Para ilmuwan kini mulai menguraikan secara lebih rinci tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal dunia. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kematian kemungkinan besar tidak terjadi secara instan, melainkan melalui sebuah proses yang berlangsung secara bertahap.

Studi ini menemukan bukti mengejutkan bahwa kesadaran manusia dapat bertahan selama beberapa jam setelah jantung berhenti memompa darah dan otak berhenti mengirimkan impuls listrik.

Anna Fowler, seorang peneliti dari Arizona State University, menganalisis lebih dari 20 studi terkait pengalaman mendekati kematian (Near Death Experience) pada manusia dan hewan. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada otak setelah napas terakhir diembuskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penelitian tersebut, seseorang masih mungkin tetap sadar selama berjam-jam meskipun fungsi jantung dan otaknya sudah berhenti. Fowler pun menyerukan pembaruan definisi ilmiah tentang kematian.

Hal ini diperkuat oleh temuan bahwa beberapa pasien yang mengalami 'penghentian sirkulasi total' mampu mengingat dengan jelas apa yang terjadi di sekitar mereka setelah dinyatakan meninggal.

ADVERTISEMENT

"Kematian yang dulunya diyakini sebagai batas akhir yang instan, justru menampakkan dirinya sebagai sebuah proses. Sebuah lanskap yang berubah-ubah di mana kesadaran dan biologi bertahan lebih lama dari yang pernah kita bayangkan," jelas Fowler, dikutip dari Unilad.

Ia menambahkan bahwa sel-sel tubuh mungkin mulai mati saat jantung berhenti, namun kesadaran tidak lantas lenyap seketika. Melalui penelitian ini, Fowler mengusulkan pemahaman baru bahwa kematian bukanlah 'pemadaman kehidupan tiba-tiba', melainkan awal dari sebuah transformasi biologis.

Fowler berpendapat bahwa definisi kematian di Amerika Serikat yang berasal dari era 1980-an sudah usang dan perlu diperbarui. Kematian seharusnya dipandang sebagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa fase, bukan sebagai satu kejadian tunggal.

"Kematian harus dipertimbangkan dalam beberapa fase. Sama seperti kanker yang memiliki stadium satu hingga tiga, kematian pun memiliki tahapan-tahapannya sendiri," pungkas Fowler.

Harapannya, melalui studi ini, dunia kedokteran, filsafat, dan etika dapat bertemu untuk mendekati misteri kematian dengan pemahaman yang lebih dalam dan jelas.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kisah Hisashi Ouchi, Saat Tubuh 'Meleleh' Akibat Radiasi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads