Serangan Israel Hantam RS di Iran, Pasien Dievakuasi

Serangan Israel Hantam RS di Iran, Pasien Dievakuasi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 02 Mar 2026 04:38 WIB
Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX I
Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Jakarta -

Serangan udara Israel dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit di kawasan Gandhi Street, Teheran, pada Minggu (2/3/2026). Dua saksi mata kepada Reuters menyebut bangunan tersebut mengalami kerusakan parah dan pasien terpaksa dievakuasi.

Menurut laporan, serangan tersebut menargetkan Gandhi Hospital di wilayah utara ibu kota Iran, di hari kedua operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Operasi ini berlangsung setelah serangan sebelumnya yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan terpisah dari kantor berita Fars News Agency dan Mizan News Agency menampilkan rekaman video dari dalam rumah sakit, memperlihatkan puing-puing berserakan di lantai dekat kursi roda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua saksi di kawasan Gandhi Street mengatakan kepada Reuters bahwa kerusakan yang terjadi cukup signifikan. Sejumlah pasien terlihat dikeluarkan dari gedung untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

ADVERTISEMENT

Ledakan juga dilaporkan terdengar di sejumlah titik di Teheran hingga Minggu malam, sebagai bagian dari operasi yang masih berlangsung.

Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di sekolah dasar putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, juga dilaporkan meningkat menjadi 165 orang. Informasi tersebut disampaikan media pemerintah Iran pada Minggu (1/3).

Jaksa setempat Minab, seperti dikutip kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), menyebutkan selain korban tewas, sedikitnya 96 orang lain luka-luka dalam serangan terhadap Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh, menurut laporan Al Jazeera.




(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads