Sarihusada Sabet 2 Rekor MURI Berkat Komitmen Aktif Edukasi Gizi Anak

Sarihusada Sabet 2 Rekor MURI Berkat Komitmen Aktif Edukasi Gizi Anak

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Sabtu, 07 Mar 2026 07:17 WIB
Sarihusada Sabet 2 Rekor MURI
Health Corner detikhealth X Sarihusada. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) terus memperkuat komitmen dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia. Dalam momentum peringatan Hari Gizi Nasional 2026, Sarihusada hadir kembali dengan terobosan anyarnya.

Sarihusada meluncurkan kampanye "Pejuang Berat Badan Anak" yang bertujuan untuk mengajak para Bunda pejuang berat badan anak agar lebih memahami pentingnya nutrisi seimbang, deteksi dini, dan pemantauan rutin agar anak mencapai berat badan ideal serta terhindar dari gangguan pertumbuhan.

Kampanye ini juga merupakan keberlanjutan dari komitmen dan upaya Sarihusada yang telah berhasil dilakukan pada tahun 2025 lalu melalui gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) dan kampanye aksi "3 Langkah Maju" yang telah meraih Rekor MURI skrining pertumbuhan anak terbanyak dengan menjangkau 1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam masa pertumbuhan anak, pencapaian berat badan ideal merupakan indikator penting dalam menilai status gizi. Maka dari itu, jika anak mengalami kondisi berat badan kurang dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, baik secara fisik maupun kognitif.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai, termasuk kurangnya asupan kalori dan protein. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan berat badan secara rutin sangat krusial untuk mencegah terjadinya risiko gagal tumbuh pada anak.

Namun sayang, berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi underweight atau berat badan kurang pada anak di bawah 5 tahun masih di angka 16,8%, meningkat dari 15,9% pada 2023. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena berisiko meningkatkan angka stunting di Indonesia.

Dokter spesialis anak dr Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, SpA mengatakan bahwa status gizi anak adalah salah satu tolak ukur penilaian tercukupinya kebutuhan asupan gizi harian serta penggunaan zat gizi tersebut oleh tubuh. Lalu, berat badan dan tinggi badan merupakan dua parameter penting dalam penilaian status gizi anak.

"Orang tua dianjurkan menimbang berat badan anak minimal sebulan sekali pada anak usia dibawah 1 tahun dan minimal 3 bulan sekali sampai anak usia 2 tahun oleh petugas kesehatan. Jika asupan nutrisi anak senantiasa terpenuhi dan digunakan seoptimal mungkin, tentu tumbuh kembangnya akan optimal," kata dr Ian di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026)

"Namun jika sebaliknya, status gizi si kecil bisa saja bermasalah sehingga berisiko memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak. Oleh karena itu, gejala berat badan kurang atau berat badan anak sulit naik atau BB seret pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan," sambungnya.

dr Ian menambahkan, dalam upaya mencegah atau mengatasi berat badan kurang, penting untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tepat mulai dari memastikan setiap menu makan anak ada sumber karbohidrat, protein hewani, sayur, dan lemak sehat. Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, atau daging serta susu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan.

Tidak harus menu yang rumit, tetapi komposisinya seimbang. Selain itu, lakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin, minimal sebulan sekali pada anak diusia 5 tahun oleh petugas kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau rumah sakit.

"Deteksi dini memungkinkan intervensi lebih cepat, sehingga risiko masalah kesehatan gizi anak dan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dapat dicegah. Dengan berkonsultasi, orang tua bisa menyesuaikan kebutuhan yang tepat dengan kondisi anak," kata dr Ian.

"Jika diperlukan, pada kondisi berat badan rendah dan berat badan seret atau sulit naik biasanya dokter juga bisa merekomendasikan pemberian konsumsi susu tinggi kalori untuk mengejar kenaikan berat badan. Namun perlu diingat, pemberian susu tinggi kalori ini harus dengan rekomendasi dan pemantauan dokter spesialis anak," lanjutnya.

Komitmen Sarihusada pada Tumbuh Kembang Anak Indonesia

CEO PT. Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada), Joris Bernard mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen kuat untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak Indonesia, khususnya dalam upaya mengatasi masalah gangguan pertumbuhan seperti kondisi berat badan kurang.

"Oleh karena itu, Sarihusada memiliki gerakan bernama 'Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)' yang pada 2025 lalu telah memecahkan dua Rekor MURI. Untuk Rekor MURI pertama yang dicatat adalah 'Skrining Stunting secara Daring kepada Peserta Terbanyak (1.155.524 Peserta).' Sedangkan Rekor MURI kedua adalah 'Penyuluhan dan Skrining Stunting secara Luring kepada Peserta Terbanyak (10.195 Peserta)'," kata Bernard.

"Pada tahun 2026 ini, komitmen tersebut terus kami lanjutkan dan diperkuat melalui kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak', yang diharapkan dapat semakin memperluas upaya edukasi kepada masyarakat, mendorong deteksi dini, serta mendukung keluarga dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang hebat di masa depan," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, aktris Cut Meyriska yang juga ibu dari dua orang anak mengatakan kondisi berat badan anak yang sulit naik atau BB seret sering jadi kekhawatiran utama.

"Sebab, berat badan merupakan indikator yang mudah dipantau dan terukur. Untuk para orang tua yang sedang menjadi Pejuang Berat Badan Anak, jangan merasa sendirian. Tidak sedikit ibu mengalami hal yang sama. Dari pengalaman saya saat anak mengalami BB seret, terpenting adalah tetap tenang, pantau pertumbuhan anak secara rutin, penuhi kebutuhan gizinya dengan optimal, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat," kata Cut Meyriska.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif Sarihusada melalui kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak', sehingga para Bunda di Indonesia yang sedang mengalami tantangan yang sama sebagai Pejuang Berat Badan Anak bisa mendapatkan kemudahan akses edukasi dan cek pertumbuhan si kecil," sambungnya.

Healthcare Nutrition Marketing & Strategy Director Sarihusada Angelia Susanto mengatakan sebagai keberlanjutan dari Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) yang telah diinisiasi sejak 2023, kampanye "Pejuang Berat Badan Anak" ini dilakukan untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan skrining status gizi anak.

"Melalui inisiatif ini, kami ingin mengajak para Bunda di Indonesia untuk deteksi sejak dini risiko gangguan pertumbuhan pada si Kecil dan bergabung dalam kampanye Pejuang Berat Badan Anak dengan melakukan Growth Checker untuk #PejuangBBanak yang dapat diakses dengan mudah melalui bit.ly/pejuangbbanak-alodokter," kata Angel.

"Kami berharap, kampanye ini bisa ikut berkontribusi mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi permasalahan kesehatan anak Indonesia sedini mungkin, dan memberikan intervensi gizi yang tepat dalam mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius kedepannya. Sebab kami percaya, dengan intervensi gizi yang tepat, anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan berkembang secara optimal untuk jadi generasi maju," tutup Angel.

Caption foto nomor 2 (cover): Healthcare Nutrition Director Sarihusada Vera Saw (kiri) dan CEO Sarihusada Joris Bernand (tengah) menunjukkan sertifikat MURI usai menerima langsung dari Wadirut MURI Osmar Semesta Susilo (kanan) sebagai skrining dan penyuluhan dengan peserta terbanyak, di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Sarihusada Sabet 2 Rekor MURISarihusada Sabet 2 Rekor MURI Foto: Ari Saputra/detikcom
Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Cara Pantau Tumbuh Kembang Anak ala Cut Meyriska"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads