Viral Vaksin Campak Disebut 'Senjata' Pemusnah Massal, Ini Faktanya

Viral Vaksin Campak Disebut 'Senjata' Pemusnah Massal, Ini Faktanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 07 Mar 2026 15:05 WIB
Sejumlah petugas dasawisma bersama petugas Puskesmas Kalibaru melayani balita dan batita dalam kegiatan posyandu yang digelar di kawasan permukiman Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (21/1/2026). Sejak pagi, para ibu tampak antusias membawa ana
ilustrasi imunisasi (Foto: Pradita Utama / detikfoto)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menegaskan kabar yang menyebut vaksin campak measles rubella (MR) mengandung mikrocip dan senjata pemusnah massal merupakan hoaks alias tidak benar.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia mengimbau agar tidak mudah percaya pada disinformasi, termasuk klaim bahwa vaksin mengandung mikrocip yang berbahaya bagi manusia.

"Informasi bahwa vaksin mengandung mikrocip atau senjata pemusnah massal adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Lucia saat konferensi pers secara daring, Jumat (6/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lucia mengakui saat ini banyak muncul informasi yang tidak benar terkait vaksin MR di tengah munculnya peningkatan penyebaran campak.

ADVERTISEMENT

"Vaksin itu hanya berisi komponen biologis atau sintetis yang berfungsi untuk merangsang sistem imun agar tubuh dapat mengenali dan melawan penyakit," imbuh dia.

Ia mengatakan, kandungan vaksin MR juga telah dievaluasi ketat oleh badan regulatori atau di Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Oleh karena itu, Lucia berpesan, termasuk kepada orang tua untuk tidak lagi khawatir untuk memberikan vaksin kepada anak-anaknya.

"Kandungan dievaluasi ketat oleh badan regulator, kalau di Indonesia itu ada BPOM, dan juga lembaga kesehatan dunia atau WHO. Vaksin ini telah melalui uji keamanan serta efektivitasnya," tegas dia.

"Kami memastikan bahwa vaksin MR yang digunakan memiliki keamanan, mutu dan khasiat yang terjamin," tuturnya.

Halaman 2 dari 2
(suc/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads