Sering Lewatkan Sahur Selama Puasa? Dokter Wanti-wanti Efeknya Bisa Begini

Puasa Sehat Penuh Berkah

Sering Lewatkan Sahur Selama Puasa? Dokter Wanti-wanti Efeknya Bisa Begini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 08 Mar 2026 04:01 WIB
Beautiful Asian muslim young woman sleeping - relaxing on the bed during the day. Cozy and relaxing lifestyle of modern muslim woman concept.
Foto ilustrasi: Getty Images/golfcphoto
Jakarta -

Sahur merupakan waktu untuk mengonsumsi makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan energi tubuh hingga waktu berbuka tiba.

Namun, masih ada sebagian orang yang kerap memilih tidak sahur sama sekali. Lantas, bagaimana efeknya bagi tubuh?

Spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan, SpPD, menjelaskan ada beberapa efek kesehatan yang bisa muncul jika tidak sahur. Terlebih jika tetap melakukan aktivitas fisik yang tinggi selama berpuasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek yang terjadi pada tubuh seperti mudah lemas hingga lebih rentan dehidrasi.

"Melewatkan sahur dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah), lemas, sulit berkonsentrasi, serta dehidrasi. Terutama jika aktivitas tetap tinggi," ujarnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Makan sahur sangat dianjurkan selama berpuasa. Dengan makan dan minum sebelum puasa dimulai, tubuh akan mendapatkan energi sekaligus membantu menjaga metabolisme selama beraktivitas.

Terlebih, pada orang dengan riwayat maag atau GERD (gastroesophageal reflux disease), kondisi tersebut berpotensi membuat gejala menjadi lebih mudah kambuh. Pasalnya, saat lambung kosong dalam waktu lama, asam lambung dapat lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Karena itu, dr Rudy menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi serat dan protein saat sahur. Menurutnya, asupan tersebut dapat membantu menjaga energi tubuh lebih lama selama berpuasa.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan makanan tinggi serat dan protein dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

"Pilih makanan tinggi serat dan protein untuk menjaga energi lebih lama, seperti nasi merah, roti gandum, telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam tanpa kulit," tutur dr Rudy.

"Tambahkan sayuran dan buah untuk serat serta elektrolit alami. Serta pastikan cukup cairan dengan air putih atau susu rendah lemak," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pantesan Ada Sehat-sehatnya, Ini yang Dialami Organ Tubuh Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/suc)
Puasa Sehat Penuh Berkah
32 Konten
Selama puasa, terjadi perubahan pola makan dan ritme kehidupan secara keseluruhan. Adaptasi di awal mungkin agak menantang, tapi tetap bisa dilewati tanpa perlu banyak drama. Bahkan bagi yang punya masalah asam lambung, puasa bisa memberikan manfaat.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads