BPOM RI Temukan Ratusan Takjil Berbahaya, Terbanyak di Wilayah Ini

BPOM RI Temukan Ratusan Takjil Berbahaya, Terbanyak di Wilayah Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 11 Mar 2026 12:53 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan sidak takjil Ramadan di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Ditemukan 3 sampel yang mengandung formalin dan pewarna sintetis.
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menganalisis 5.447 sampel takjil terkait kemungkinan kandungan berbahaya. Pengambilan sambel dilakukan pada 2.407 pedagang di 513 titik lokasi penjualan di seluruh Indonesia.

Dari total tersebut, ditemukan 108 di antaranya yang tidak memenuhi standar atau mengandung kandungan berbahaya seperti formalin hingga mentanil yellow.

"Kita sudah lakukan seluruh Indonesia di 513 titik khusus makanan takjil, terbanyak di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ada 27 sampel tidak memenuhi ketentuan, dan memang temuan takjil berbahaya ini meningkat juga dari tahun lalu," tutur Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disusul temuan di Tangerang, Surabaya, hingga Jakarta. DKI dilaporkan banyak mencatat takjil berbahaya pada es cendol, sirup, dan kerupuk yang mengandung rhodamin B.

Temuan takjil berbahaya disebutnya bergeser dari titik penjualan tahun lalu. Menurut Taruna, hal ini menandakan evaluasi yang dilakukan BPOM berjalan efektif sehingga memberi efek jera bagi pelaku.

ADVERTISEMENT

Adapun takjil yang sering ditemukan berbahaya adalah sebagai berikut:

Formalin:

Formalin kerap ditemukan pada mi kuning, tahu bakso, teri nasi, cincau hitam, tahu kotak, sambal goreng cumi asin, tahu. Teksturnya secara umum tidak mudah putus atau hancur, memiliki bau khas formalin, dapat bertahan lebih dari satu hari di suhu ruang.

Rhodamin B:

Aneka kerupuk, bolu, jelly merah, es cendol, es guava, kue mangkok, sirop merah. Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B biasanya memiliki warna merah muda atau pink yang sangat mencolok, tampak berpendar, serta warna yang tidak merata atau muncul titik-titik warna.


Boraks:

Makanan yang mengandung boraks biasanya memiliki karakteristik tekstur yang kenyal, tidak mudah hancur dan tidak lengket, pada beberapa produk seperti kerupuk gendar dapat menimbulkan rasa getir. Boraks ditemukan pada takjil seperti, mie kuning basah, kerupuk terigu, kerupuk, kerupuk beras, mi basah, sotong, janggelan, lontong.

Mentanil yellow:

Tahu orange besar. Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B biasanya memiliki warna merah muda atau pink yang sangat mencolok, tampak berpendar, serta warna yang tidak merata atau muncul titik-titik warna.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "25 Tahun BPOM RI Hadapi Tantangan Keamanan Obat dan Makanan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads