Persiapan mudik Lebaran bukan hanya soal tiket dan baju baru, tapi juga soal menjaga kondisi kesehatan si kecil agar tetap fit selama di perjalanan. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Barah Yanurso, mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan detail kecil yang sering terlupa saat mulai sibuk berkemas.
Salah satu kunci utama yang ditekankan dr. Piprim adalah waktu istirahat. Orang tua harus memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup selama perjalanan mudik. Hal ini sangat krusial karena kebutuhan jam tidur anak jauh lebih lama dibandingkan orang dewasa.
Waspada Dehidrasi dan Stok P3K Wajib
Selain masalah tidur, kecukupan cairan menjadi poin yang tidak boleh ditawar. Di tengah hiruk-pikuk perjalanan, orang tua sering kali lupa menawarkan minum kepada anak, terutama pada bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak boleh sampai dehidrasi ya, lupa kita ngasih minum bayinya gitu ya," ungkap dr Piprim ketika ditemui awak media di Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).
Tak kalah penting, dr Piprim menyarankan orang tua untuk menyiapkan "amunisi" obat-obatan dalam kotak P3K pribadi. Beberapa obat yang wajib masuk dalam daftar tas mudik antara lain:
- Obat penurun panas/demam (Paracetamol).
- Oralit (untuk mengantisipasi diare atau dehidrasi).
- Salep Hydrocortisone (untuk mengatasi gigitan serangga atau alergi kulit).
Hindari Mudik Pakai Motor
Bagi orang tua yang berencana mudik menggunakan sepeda motor dalam durasi berjam-jam, dr Piprim memberikan saran agar mempertimbangkan hal tersebut matang-matang. Menurutnya, risiko mudik menggunakan motor terlalu besar untuk fisik si kecil.
Jika kendala biaya atau transportasi menjadi alasan, ia memberikan alternatif solusi yang lebih aman. Jika terpaksa, ayah bisa menggunakan motor, sementara ibu dan anak sebaiknya menggunakan kendaraan lain.
dr Piprim mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Bagi orang tua yang memiliki buah hati dengan kebutuhan khusus atau kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi tambahan dengan dokter yang merawat sebelum berangkat.
(avk/kna)











































