Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, diduga menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.00 WIB.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan insiden tersebut terjadi setelah Andrie mengikuti kegiatan podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast tersebut mengangkat tema 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.'
Menurut Dimas, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, Andrie dilaporkan terkena luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia," beber Dimas.
Ia juga menyinggung sejumlah regulasi yang mengatur perlindungan terhadap pembela HAM, di antaranya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan terhadap Pembela HAM.
Sementara itu, Polri menyatakan akan mengusut tuntas kasus tersebut.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Kapolri telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus tersebut.
"Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Johnny di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Mengenal Luka Bakar Kimia
Luka bakar akibat bahan kimia, termasuk yang disebabkan oleh air keras atau asam kuat, dapat menimbulkan kerusakan serius pada jaringan tubuh. Dikutip dari Web MD, luka bakar kimia diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan pada kulit.
1. Luka bakar derajat satu
Luka bakar ini hanya mengenai lapisan kulit paling luar (epidermis). Area yang terkena biasanya tampak kemerahan dan terasa nyeri, tetapi umumnya tidak menimbulkan kerusakan permanen.
2. Luka bakar derajat dua
Kerusakan sudah mencapai lapisan kulit kedua (dermis). Gejalanya dapat berupa lepuhan (blister), pembengkakan, serta kemungkinan meninggalkan bekas luka.
3. Luka bakar derajat tiga
Pada kondisi ini, kerusakan menembus seluruh lapisan kulit dan dapat merusak jaringan di bawahnya. Area luka bisa terlihat hitam atau putih, dan karena saraf dapat rusak, penderita terkadang tidak merasakan nyeri.
Sebagian besar luka bakar kimia disebabkan oleh asam kuat atau basa kuat. Zat-zat tersebut bisa ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga maupun bahan industri.
Beberapa contoh bahan yang berpotensi menyebabkan luka bakar kimia antara lain:
- Amonia
- Pemutih (bleach)
- Campuran beton
- Pembersih saluran air atau toilet
- Pembersih logam
- Klorin untuk kolam renang
- Produk pemutih gigi
Selain itu, berbagai bahan kimia industri yang digunakan dalam sektor pertanian, manufaktur, konstruksi, hingga laboratorium juga dapat menyebabkan luka bakar serius jika mengenai kulit atau mata.
Gejala Luka Bakar Kimia
Luka bakar akibat paparan kimia harus selalu dianggap sebagai kondisi darurat medis, terutama jika mengenai mata, mulut, atau tenggorokan.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Kemerahan, iritasi, atau sensasi terbakar pada area yang terkena
- Nyeri atau mati rasa pada lokasi kontak
- Muncul lepuhan atau jaringan kulit mati berwarna hitam
- Gangguan penglihatan jika bahan kimia masuk ke mata
- Batuk atau sesak napas
Dalam beberapa kasus, luka bakar kimia bisa terlihat ringan di permukaan, tetapi sebenarnya telah menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam.
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kerusakan
Tingkat keparahan luka bakar kimia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Konsentrasi atau kekuatan bahan kimia
- Lokasi kontak (kulit, mata, atau selaput lendir)
- Apakah bahan kimia tertelan atau terhirup
- Kondisi kulit saat terpapar
- Jumlah bahan kimia yang mengenai tubuh
- Lama paparan
- Mekanisme kerja zat kimia tersebut
Pada kasus yang berat, luka bakar kimia juga dapat menyebabkan gejala sistemik seperti tekanan darah rendah, pusing, sesak napas, kejang, gangguan irama jantung, hingga henti jantung.
Meski relatif jarang, cedera akibat bahan kimia dapat berujung fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Simak Video "Video Data WHO: Sepertiga Perempuan di Dunia Alami Kekerasan Fisik dan Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)











































