Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melapor pada Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi produk obat dan pangan di Indonesia. Ia menjamin produk obat dan pangan di RI terjamin, bermutu, dan terjangkau bagi masyarakat jelang Idul Fitri.
Taruna mengatakan pihaknya bersama kementerian dan lembaga lain terus melakukan kerjasama untuk memperkuat pengawasan terhadap sistem produksi hingga peredaran produk obat dan pangan di seluruh Indonesia. Ia menegaskan pentingnya pengawasan dari hulu hingga hilir agar aman untuk masyarakat.
"Alhamdulillah, menjelang Idul Fitri kondisi harga obat relatif stabil bahkan menunjukkan kecenderungan menurun. Pemerintah memastikan masyarakat dapat memperoleh obat yang aman, bermutu, dan dengan harga yang terjangkau," ujar Taruna Ikrar dalam edaran yang diterima detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rangka pengawasan, BPOM juga melakukan intensifikasi pangan selama Ramadan hingga jelang Idul Fitri. Pada periode ini, terjadi peningkatan permintaan produk makanan dan minuman.
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi yang ditetapkan. Taruna Ikrar menegaskan pengawasan ini tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat, tapi juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha agar industri pangan dan farmasi nasional dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
"Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan rasa aman," ujar Taruna.
"BPOM akan terus menjaga agar obat dan makanan yang beredar memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu," sambungnya.
Menurut Taruna, penguatan sistem pengawasan pangan dan obat merupakan salah satu bentuk kontribusi penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
BPOM berharap momentum Ramadan dan Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan kebersamaan, tapi juga pengingat pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi sehari-hari demi kesehatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
"Saya yakin Indonesia Emas 2045 akan terwujud melalui implementasi Asta Cita yang dicanangkan Presiden Bapak Prabowo Subianto. BPOM berkomitmen menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, industri yang kuat, serta sistem pengawasan obat dan makanan yang berkelas dunia," tandas Taruna Ikrar.











































