Tanda-tanda Microsleep Serang Pemudik, Tidur Sekejap yang Bisa Berujung Fatal

Tanda-tanda Microsleep Serang Pemudik, Tidur Sekejap yang Bisa Berujung Fatal

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 15 Mar 2026 09:01 WIB
Pemudik tertidur di dalam mobil saat menunggu antrean untuk memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Jakarta -

Arus mudik Lebaran sering kali memaksa pengemudi menempuh perjalanan jarak jauh dengan kondisi lalu lintas yang padat. Dalam situasi ini, musuh terbesar yang wajib diwaspadai adalah microsleep. Kondisi ini merupakan episode tidur singkat yang terjadi secara tiba-tiba dan sering kali tidak disadari, namun bisa berakibat fatal di jalan raya.

Jika mobil melaju dalam kecepatan 80 km/jam, tertidur selama 3 detik saja akan membuat kendaraan melaju tanpa kendali sejauh hampir 70 meter.

Praktisi kesehatan tidur dr Paulina Thiomas Ulita, SpS menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya memberikan sinyal sebelum microsleep terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya matanya udah kedap-kedip, kemudian tubuhnya rasanya rileks. Biasanya udah lemas itu tubuhnya," kata dr Paulina saat diwawancarai detikcom beberapa waktu lalu.

"Kemudian kadang sudah nodding, kepalanya sudah terkantuk-kantuk," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selain mata yang mulai sulit terbuka dan menguap berlebihan, tanda-tanda lain yang sering diabaikan meliputi:

  • Tatapan kosong atau kedipan mata yang melambat.
  • Tubuh terasa tersentak secara tiba-tiba.
  • Tidak merespons atau "lemot" saat diajak bicara.
  • Tidak ingat kejadian atau jalan yang baru saja dilewati dalam 1 hingga 2 menit terakhir.

Tips menghadapi microsleep

Bahaya microsleep terletak pada kondisi otak yang 'mati sejenak' meskipun mata tampak terbuka. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah dengan memenuhi kebutuhan istirahat sebelum memulai perjalanan mudik.

Idealnya, pengemudi harus segera menepi dan tidur sejenak (power nap) saat tanda-tanda kantuk muncul. Namun, pada puncak arus mudik, rest area sering kali penuh sesak.

"Bisa disiasati dengan makan permen, atau meningkatkan kewaspadaan dengan adanya teman yang mengajak ngobrol. Mengunyah juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa mengantuk. Atau mengonsumsi minuman kopi dan teh yang bisa menjadi salah satu cara menyegarkan kembali (tubuh) dengan kafein," tutup dr Paulina.

Halaman 2 dari 2
(kna/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads