Aksi Heroik Perawat Jember Bantu Persalinan Penumpang Saudia Airlines

Aksi Heroik Perawat Jember Bantu Persalinan Penumpang Saudia Airlines

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Minggu, 15 Mar 2026 12:03 WIB
Ilustrasi melahirkan di pesawat
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Nadezhda1906)
Jakarta -

Perjalanan udara Saudia Airlines dari Jeddah menuju Jakarta yang biasanya berlangsung tenang, mendadak berubah jadi momen menegangkan. Ini setelah salah satu penumpang tiba-tiba alami kontraksi hebat, tanda-tanda akan melahirkan.

Beruntung, di salah satu kursi penumpang ada seorang perawat Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Kabupaten Jember, Jawa Timur bernama Febrian Rahmatullah (30) yang dengan sigap membantu ibu hamil dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

Melakukan proses persalinan di ketinggian ribuan meter, serta fasilitas medis yang terbatas tentu bukanlah situasi yang mudah untuk siapa saja. Tapi, Febrian dengan jam terbang yang tidak diragukan lagi, mampu mengatasi ketegangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat pesawat sudah lepas landas dan sekitar satu jam terbang, pihak kru pesawat mengumumkan sedang membutuhkan tenaga medis dan dokter, sehingga saya inisiatif mengajukan diri," kata Febrian dalam keterangan tertulis, dikutip dari Antara, Minggu (15/3/2026).

Febrian merupakan perawat RSBS Jember bertugas di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Kota Thaif, Arab Saudi sedang cuti tahunan untuk mudik Lebaran ke Jember dengan menggunakan maskapai Saudia Airlines.

ADVERTISEMENT

"Saat awal saya datang, posisi kepala bayi sudah keluar dan saya meminta perlengkapan yang tersedia yakni hands gun untuk membantu proses persalinan seorang ibu asal Lombok tersebut," katanya.

Ia mengaku tidak sendiri saat membantu persalinan karena ada satu perawat lain dan dua dokter, serta kru pesawat yang ikut membantu proses melahirkan seorang penumpang Saudia Airlines berasal dari Indonesia itu.

"Ketika bayi itu lahir, saya langsung menenangkan si ibu dan menyampaikan bahwa bayinya sudah lahir dan dalam kondisi sehat, sehingga tidak perlu khawatir," katanya.

Kemudian, pihak kru pesawat dan kapten berunding untuk melakukan pendaratan darurat dan memutuskan pesawat kembali ke Jeddah untuk memastikan penanganan medis lanjutan di rumah sakit terdekat.

Febrian mengaku tegang dan senang karena baru pertama kali membantu proses persalinan di dalam pesawat. Bahkan, ia sampai merelakan tiket pesawat Jakarta-Surabaya miliknya hangus, karena pesawat harus putar balik ke Jeddah.

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads