Informasi tentang bahaya BPA (Bisphenol A) kerap kali hanya dikaitkan dengan kemasan air minum. Jarang disorot, sumber paparan BPA lainnya juga dijumpai dalam keseharian termasuk pada perlengkapan rumah tangga yang bersentuhan dengan makanan dan minuman.
Praktisi kesehatan dr Anton D Saputra, SpA, AIFO-K mengatakan, potensi cemaran BPA dalam kehidupan sehari-hari antara lain bisa ditemukan pada lapisan dalam kemasan makanan kaleng. Selain itu juga pada botol bayi model lama yang masih berbahan plastik polikarbonat, dan yang sering terlupakan adalah pada komponen dispenser yang bersentuhan dengan air minum.
"Komponen internal dalam dispenser itu pasti ada plastiknya, yang tetap bisa berisiko melepaskan BPA. Makanya kita kalau memilih itu yang benar-benar food grade, bener-bener bagus nggak bisa sembarangan," kata dr Anton dalam perbincangan dengan detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Anton, BPA di dalam tubuh dapat mengganggu sistem hormonal. Pada anak-anak, dampak paparan kronis bisa berpengaruh pada pertumbuhan, pubertas yang lebih awal, dan meski masih banyak diperdebatkan, juga berdampak pada gangguan perilaku menjadi lebih hiperaktif.
Hingga kadar tertentu, tubuh memang punya mekanisme untuk menetralkan paparan BPA. Karenanya, beberapa literatur menyebut batas paparan maksimal BPA yang masih dikategorikan aman. Masalahnya, dalam keseharian ada banyak sumber paparan yang tidak disadari, sehingga luput dari perhitungan tersebut.
"Benar, tubuh kita nggak selemah itu. Sebenarnya tubuh kita bisa ngebuang. Tapi kalau misalnya ambangnya terlalu tinggi, ya tetap saja bisa mengganggu," tegas dr Anton.
Sanken Dispenser HWD-C508IC Foto: dok. Sanken |
Terkait higiene, dr Anton juga menyinggung potensi paparan mikroba dalam air minum melalui peralatan yang tidak bersih. Termasuk dalam dispenser, cemaran mikroba bisa berasal dari bagian yang jarang atau memang sulit dibersihkan.
Bagian-bagian tersebut, menurut dr Anton bisa menjadi tempat pertumbuhan mikroba. Ciri-ciri yang mudah diamati adalah terbentuknya biofilm, yakni lapisan yang terbentuk ketika sebuah permukaan banyak ditumbuhi mikroba.
"Kayak licin gitu lho, kayak ada lumutnya. Artinya di situ pasti ada makhluk hidup, bisa bakteri atau alga yang membuat lapisan, sehingga kalau kita pegang licin," jelas dr Anton, menggambarkan ciri-ciri terbentuknya biofilm.
(up/up)












































