Fakta-fakta Klaim Sesat Influencer Sebut Herbal Bisa Cegah-Obati TBC

Round Up

Fakta-fakta Klaim Sesat Influencer Sebut Herbal Bisa Cegah-Obati TBC

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 17 Mar 2026 06:02 WIB
Klaim Menyesatkan Influencer Sebut TBC Bisa Dicegah-Diobati dengan Herbal
Foto: Antara Foto/Yudi
Jakarta -

Media sosial dihebohkan dengan klaim salah seorang influencer yang menyebut herba atau ramuan herbal tertentu dapat mengobati dan mencegah tuberkulosis (TBC).

Sontak, konten ini memicu perdebatan panas. Tidak sedikit warganet yang penasaran, dari mana influencer tersebut mendapatkan informasi terkait herba dan TBC. Bahkan, sebagian juga menuding ini adalah informasi yang tidak benar.

Informasi yang Keliru, Bahkan Berbahaya

Merespons konten viral tersebut, dokter spesialis paru, Prof Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) menegaskan bahwa ini adalah informasi yang keliru. Bahkan, bisa berubah berbahaya jika ada pasien atau keluarga yang menelannya mentah-mentah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai dokter spesialis paru yang setiap hari menangani pasien TB, saya merasa perlu meluruskan. Klaim seperti ini tidak hanya keliru, tapi berbahaya. Saya sudah melihat sendiri bagaimana pasien datang dalam kondisi parah karena sebelumnya memilih 'alternatif' yang tidak tepat," tulis Prof Erlina di X, dikutip atas izin yang bersangkutan, Minggu (15/3/2026).

Menurut Prof Erlina, sampai saat ini satu-satunya cara yang terbukti secara ilmiah dan medis untuk menyembuhkan TBC adalah dengan Obat Anti Tuberkulosis atau OAT. Kombinasi obat ini terdiri dari Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Etambutol.

ADVERTISEMENT

"Obat ini harus diminum rutin selama minimal 6 bulan. Tidak boleh terputus, apalagi berhenti di tengah jalan. Dalam praktik saya, pasien yang sembuh adalah mereka yang disiplin minum obat sampai tuntas," katanya.

TBC dan Perlawanan Jangka Panjang

TBC merupakan penyakit yang membutuhkan waktu cukup lama untuk penyembuhan. Hal ini karena kuman bernama Mycobacterium tuberculosis tumbuh lambat dan dapat 'tidur' dalam tubuh.

"Pengobatan TB tidak bisa disederhanakan dengan ramuan herbal. Apalagi jika pasien sampai berhenti minum obat dan beralih ke herbal. Dalam pengalaman saya, pasien yang melakukan ini sering datang kembali dengan kondisi lebih parah dan kuman yang sudah kebal obat," sambungnya.

Saat resisten obat terjadi, maka kondisinya akan lebih sulit diobati. Dibutuhkan waktu 18-24 bulan dengan obat yang lebih banyak, efek samping lebih berat, serta biaya yang tak lagi murah.

"Lalu bagaimana dengan pencegahan penularan? Herbal juga tidak bisa diandalkan," katanya.

"Kuman TB menyebar lewat udara. Saat pasien batuk atau bersin, kuman bisa bertahan dan dihirup orang lain. Pencegahannya adalah etika batuk, pakai masker, jaga jarak, dan pola hidup sehat," sambungnya.

Peran Herba di TBC

Bukan berarti tanaman-tanaman jenis tertentu tidak bisa membantu dalam pengobatan TBC. Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania herba dapat digunakan sebagai obat pendukung.

"Karena itu tadi memang dibutuhkan obat yang bersifat membunuh bakteri (Mycobacterium tuberculosis) sampai tuntas, sampai benar-benar hilang dari tubuh kita," kata dr Inggrid saat dihubungi detikcom, Minggu (15/3/2026).

"Kalau herbal cara kerjanya memang bukan dengan membunuh bakteri. Jadi memang tidak bisa untuk dibilang mengobati, itu tidak bisa," sambungnya.

Manfaat Herbal pada Pasien TBC

Menurut dr Inggris, tanaman herbal atau resep-resep alami tertentu bisa dipakai untuk pengobatan pendukung. Tentu dengan memprioritaskan obat TBC utama (Obat Antituberkulosis/OAT) yang harus diminum sesuai anjuran dokter.

"Misalnya supaya obat-obat medis konvensional ini bekerja lebih efektif. Terus juga herbal itu bisa membantu mencegah dan mengobati efek samping dari obat TBC," kata dr Inggrid.

"Pada sebagian pasien kadang terjadi efek samping, misalnya gangguan fungsi liver, ada peningkatan enzim SGOT dan SGPT ketika dicek lab darah. Misal mengeluh mual, muntah, sakit kepala, intinya gangguan fungsi liver," tutupnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Gaduh Influencer Klaim Herba Dapat Obati TBC, Ini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads