Ciri-ciri Urine yang Bisa Jadi Tanda Peradangan Ginjal di Usia Muda

Ciri-ciri Urine yang Bisa Jadi Tanda Peradangan Ginjal di Usia Muda

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 17 Mar 2026 07:02 WIB
Chronic kidney disease, Asian woman with model for treatment urinary system, urology, Estimated glomerular filtration rate eGFR.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/sasirin pamai)
Jakarta -

Pemeriksaan urine atau air kencing merupakan salah satu cara penting untuk mendeteksi lebih dini gangguan pada ginjal, termasuk peradangan ginjal atau glomerulonefritis, yang juga dapat terjadi pada usia muda.

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri), Dr dr Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, bahwa banyak kasus gagal ginjal pada usia muda sebenarnya berawal dari peradangan ginjal yang tidak terdeteksi. Kondisi ini kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan urine.

"Yang di muda-muda sudah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit ini peradangan ginjal, karena nggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena nggak ada gejala," tutur dr Pringgodigdo saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dalam urine dapat ditemukan sel darah merah (eritrosit) atau albumin yang seharusnya bernilai negatif. Salah satu tanda yang sering diabaikan adalah urine yang tampak berbusa.

ADVERTISEMENT

Urine yang berbusa dapat menunjukkan adanya kebocoran albumin dalam urine dengan kadar yang cukup tinggi.

"Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya," kata dia.

"Kalau enggak ada gejala ya paling enggak setahun sekali gitu diperiksa," lanjutnya lagi




(suc/suc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads