Jangan Nahan Pipis saat Mudik, Dokter Ungkap Risikonya Bisa Begini

Jangan Nahan Pipis saat Mudik, Dokter Ungkap Risikonya Bisa Begini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 17 Mar 2026 04:00 WIB
Woman sitting on toilet with toilet paper - constipation concept
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/KittisakJirasittichai)
Jakarta -

Menahan buang air kecil selama perjalanan mudik ke kampung halaman dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Kebiasaan ini kerap terjadi saat perjalanan jauh, terutama ketika rest area yang tersedia dipadati pengunjung sehingga sebagian orang memilih menunda ke toilet.

Spesialis urologi Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) mengingatkan untuk sebisa mungkin tidak menahan keinginan buang air kecil. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) bisa meningkat.

Menurutnya, perempuan termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih. Hal ini berkaitan dengan anatomi tubuh perempuan yang memiliki uretra lebih pendek dibandingkan laki-laki, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum, urine yang tertahan terlalu lama di kandung kemih juga dapat meningkatkan risiko infeksi, terlebih jika urine tersebut mengandung bakteri. Bakteri tersebut dapat terus berkembang biak jika tidak segera dikeluarkan dari tubuh.

ADVERTISEMENT

"Kapasitas (kandung kemih) itu misalnya 400, karena perjalanan kita tahan kencing sampai 600 gitu. Pada saat kencing, kandung kencingnya jadi nggak kuat memompanya. Karena nggak kuat, waktu keluar akhirnya ada sisa kencing di kandung kencing. Sisa kencing ini yang bisa membuat infeksi," ujar Prof Rasyid ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

"Kalau selalu ada sisa kencing, itu kan kayak tempat mengeram yang subur jadinya. Tapi kalau dia kencing terus habis semua, kan kumannya keluar semua," sambungnya.

Ia menambahkan, kebiasaan menahan kencing sebaiknya tidak dilakukan, baik saat perjalanan mudik maupun dalam aktivitas sehari-hari. Jika dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang, kebiasaan ini bahkan dapat memicu terbentuknya batu di kandung kemih.

Beberapa gejala batu kandung kemih yang perlu diwaspadai antara lain nyeri saat buang air kecil, perubahan warna urine, hingga kesulitan buang air kecil atau anyang-anyangan.

"Kalau nahan kencing secara kronis, artinya sering bisa juga memicu masalah batu, tapi di kandung kencing, bukan di ginjal," tandasnya.




(suc/suc)
Mudik dan Kebersihan Area Intim
4 Konten
Perjalanan jauh dengan durasi lama mengharuskan para pemudik sering-sering menggunakan toilet umum. Terkadang, kebersihannya kurang terjamin. Maka pintar-pintar menjaga kebersihan area intim ya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads