Awas Heatstroke! Jakarta Diprediksi Panas 'Menyala'

Awas Heatstroke! Jakarta Diprediksi Panas 'Menyala'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 17 Mar 2026 09:01 WIB
Sejumlah warga beraktivitas di luar ruangan di bawah teriknya matahari, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Warga Jakarta diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di wilayah ibu kota diprediksi akan meningkat cukup signifikan. Fenomena cuaca panas ini diperkirakan berlangsung selama satu hingga tiga hari ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk melakukan langkah antisipasi guna menghindari dampak buruk bagi tubuh.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus memantau perkembangan cuaca ini. Meskipun kondisi udara terasa menyengat, ia meminta warga untuk tetap tenang namun tetap bersiap diri. Ia juga memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam posisi siaga untuk melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem ini.

Ancaman Kesehatan di Balik Paparan Suhu Tinggi

Dampak dari cuaca panas yang ekstrem tidak bisa dianggap remeh. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa paparan suhu tinggi yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan fungsi tubuh. Mulai dari masalah yang umum seperti kekurangan cairan atau dehidrasi, hingga kondisi yang lebih serius seperti kelelahan hebat (heat exhaustion) dan serangan panas (heatstroke) yang bisa berakibat fatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit," ucap Ani dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Kelompok Rentan dan Langkah Pencegahan

Dinas Kesehatan memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang paling berisiko tinggi. Kelompok ini mencakup para pekerja lapangan yang terpapar matahari langsung, anak-anak, ibu hamil, serta kelompok lanjut usia (lansia). Bagi mereka, perlindungan ekstra sangat dibutuhkan karena kemampuan tubuh dalam meregulasi suhu cenderung lebih terbatas dibandingkan orang dewasa sehat lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk meningkatkan konsumsi air putih guna menjaga hidrasi tubuh. Hal yang perlu diperhatikan adalah membatasi minuman seperti kopi dan teh yang bersifat diuretik, serta menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi.

Penggunaan alat pelindung seperti topi atau payung saat berada di luar ruangan sangat dianjurkan, begitu pula dengan pembatasan aktivitas fisik yang terlalu berat pada siang hari saat matahari sedang terik-teriknya.

baca jg

Lihat juga Video: Cuaca Panas Ekstrem di India, 15 Orang Tewas Gegara Heatstroke

Halaman 2 dari 2
(kna/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads