Jakarta Diprediksi Panas 'Menyala' Berisiko Heatstroke, Ini Pesan Wamenkes

Jakarta Diprediksi Panas 'Menyala' Berisiko Heatstroke, Ini Pesan Wamenkes

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 18 Mar 2026 06:15 WIB
Pekerja melintasi pelican crossing Tosari, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (17/3/2026), dengan menggunakan payung untuk menghindari terik matahari. Suhu di Jakarta tercatat mencapai 35,6 derajat Celsius.
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes RI) Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat yang masih ada di DKI Jakarta lebih bijak dalam beraktivitas di luar ruangan imbas prakiraan cuaca panas 'menyala'.

"Sebenarnya heatstroke dan sebagainya itu karena faktor cuaca yang panas. Jadi disesuaikan saha bahwa kalau misalnya dia kuat berpuasa, dia teruskan berpuasa," kata Wamenkes saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

"Kalau nggak kuat yang dia bisa bayar fidyah dan bayar setelah bulan puasa," sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di wilayah Ibu Kota diprediksi meningkat signifikan.

Fenomena cuaca panas ini diperkirakan berlangsung selama satu hingga tiga hari ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk melakukan langkah antisipasi guna menghindari dampak buruk bagi tubuh.

ADVERTISEMENT

Ancaman Kesehatan di Balik Cuaca Panas

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa paparan suhu tinggi yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan fungsi tubuh.

Mulai dari masalah yang umum seperti kekurangan cairan atau dehidrasi, hingga kondisi yang lebih serius seperti kelelahan hebat (heat exhaustion) dan serangan panas (heatstroke) yang bisa berakibat fatal.

"Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit," ucap Ani dikutip dari Antara.

Beberapa kelompok tertentu seperti pekerja lapangan yang erpapar matahari langsung, anak-anak, ibu hamil, serta kelompok lanjut usia (lansia) wajib lebih berhati-hati.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk meningkatkan konsumsi air putih guna menjaga hidrasi tubuh. Hal yang perlu diperhatikan adalah membatasi minuman seperti kopi dan teh yang bersifat diuretik, serta menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi.



(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads