Waspadai Heatstroke saat Mudik di Cuaca Panas, Dampaknya Bisa Pengaruhi Jantung

Waspadai Heatstroke saat Mudik di Cuaca Panas, Dampaknya Bisa Pengaruhi Jantung

Averus Kautsar - detikHealth
Rabu, 18 Mar 2026 08:17 WIB
Middle-eastern female tourist traveling at a bus station. About 25 years old, Arab woman.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/GoodLifeStudio)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca berawan hingga hujan sedang dan suhu panah di wilayah Indonesia berpotensi berlangsung hingga lebaran dalam periode 17-23 Maret 2026. Pihaknya mengatakan suhu panas yang terjadi beberapa hari ini berada di kisaran 35-37 derajat celsius, sehingga memicu suhu udara pada pagi hingga siang hari terasa terik.

"Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi matahari diterima secara optimal oleh permukaan bumi, sehingga suhu udara pada pagi hingga siang hari akan terasa sangat terik, terutama di wilayah dengan tutupan awan yang minim," kata Senior Forecaster on duty BMKG, Agus Salim Nur, belum lama ini.

Salah satu risiko kesehatan yang perlu diantisipasi selama cuaca panas adalah heatstroke atau serangan panas. Terlebih, dalam beberapa waktu ke depan akan ada banyak orang yang melakukan perjalanan mudik lebaran ke kampung halaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A Damay, SpJP menjelaskan pada umumnya risiko heatstroke memang meningkat ketika puasa di cuaca panas. Ketika puasa, tubuh tidak mendapat cairan dalam waktu lebih lama, sementara cairan tetap keluar lewat keringat.

ADVERTISEMENT

"Dalam kondisi panas, tubuh akan melakukan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) untuk membuang panas. Namun, jika cairan kurang, volume darah menurun, tekanan darah bisa turun, jantung harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan aliran darah," ungkap dr Vito pada detikcom, Rabu (18/3/2026).

Pada kondisi tersebut, tubuh bisa menunjukkan keluhan pusing, berdebar, hingga gangguan perfusi pada otak.

Dalam beberapa kasus, cuaca panas ketika puasa juga dapat memicu penyempitan pembuluh darah untuk menjaga tekanan darah sehingga aliran darah ke organ-organ penting berkurang.

"Jadi panas terik dehidrasi pada saat puasa berpotensi memberikan stres tambahan bagi jantung dan pembuluh darah sehingga perlu antisipasi asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka," tandasnya.

Cara Cegah Heatstroke saat Puasa di Cuaca Panas

Pengajar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida) Rafhani Rosyidah menjelaskan ketika puasa di cuaca panas di cuaca panas, maka risiko beberapa masalah kesehatan seperti dehidrasi, heatstroke, dan tekanan darah rendah jadi meningkat.

Salah satu langkah penting untuk mencegah heatstroke adalah memastikan asupan cairan dan nutrisi yang baik ketika sahur dan berbuka.

"Selain pola makan yang sehat, hindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama, terutama saat cuaca sangat panas, menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar untuk membantu sirkulasi udara tetap baik, mengurangi aktivitas fisik beat di siang hari," katanya dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

"Istirahat cukup dan tidur yang berkualitas untuk menjaga energi tubuh, serta menghindari konsumsi kafein dan minuman bersoda karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi," tandasnya.

Halaman 2 dari 2
(avk/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads